Pengaruh Variasi Lebar Bilah Bambu Terhadap Keruntuhan Geser Balok Bambu Laminasi Dengan Susunan Bilah Vertikal Sebagai Suplemen Bahan Ajar Konstruksi Bambu

Tri Handoko, Sigid (2019) Pengaruh Variasi Lebar Bilah Bambu Terhadap Keruntuhan Geser Balok Bambu Laminasi Dengan Susunan Bilah Vertikal Sebagai Suplemen Bahan Ajar Konstruksi Bambu. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (390Kb)

    Abstract

    Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui sifat-sifat fisika dan mekanika bambu petung, yaitu kadar air, kerapatan, kuat tarik sejajar serat, kuat tekan sejajar serat, kuat lentur, kuat geser dan modulus elastisitas terhadap kelas kuat kayu. (2) Mengetahui pengaruh variasi lebar bilah bambu (10 mm, 15 mm, 20 mm) dengan susunan vertikal terhadap modulus elastisitas (MOE), kuat lentur (MOR) dan tegangan geser (τ) bambu laminasi. (3) Mengetahui nilai optimal variasi lebar bilah bambu dengan susunan vertikal terhadap modulus elastisitas (MOE), kuat lentur (MOR) dan tegangan geser (τ) bambu laminasi. (4) Mengetahui nilai optimal variasi lebar bilah bambu dengan susunan vertikal modulus elastisitas (MOE), kuat lentur (MOR) dan tegangan geser (τ) bambu laminasi terhadap kelas kuat kayu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimen dan teknik analisis data menggunakan analisis regresi sederhana. Variabel yang mempengaruhi dalam penelitian ini adalah (1) variabel bebas / independen : variasi lebar bilah bambu (10 mm, 15 mm, 20 mm) dengan susunan vertikal. (2) variabel terikat / dependen : modulus elastisitas, kuat lentur dan tegangan geser. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa, (1) sifat fisika dan mekanika bambu petung termasuk dalam kelas kuat kayu II. (2) penggunaan variasi lebar bilah bambu (10 mm, 15 mm, 20 mm) dengan susunan vertikal berpengaruh terhadap nilai modulus elastisitas (MOE), kuat lentur (MOR) dan tegangan geser (τ). (3) Nilai optimal modulus elastisitas (MOE) menggunakan variasi lebar bilah bambu 10 mm sebesar 6492,60 MPa. Nilai optimal kuat lentur (MOR) menggunakan variasi lebar bilah bambu 15 mm sebesar 69,44 Mpa. Nilai optimal tegangan geser (τ) menggunakan variasi lebar bilah bambu 15 mm sebesar 6,94 Mpa. (4) Nilai optimal variasi lebar bilah bambu dengan susunan vertikal modulus elastisitas (MOE), kuat lentur (MOR) dan tegangan geser (τ) bambu laminasi termasuk dalam kelas kuat kayu III.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Teknik Bangunan
    Depositing User: Nisa' Khoirun
    Date Deposited: 12 Apr 2019 07:34
    Last Modified: 12 Apr 2019 07:34
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/43660

    Actions (login required)

    View Item