Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Derajat Kekerapan Timbulnya Gejala Asma Anak di RSUD Dr. Moewardi

SAFIRA, YUFIDA RACHMA (2019) Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Derajat Kekerapan Timbulnya Gejala Asma Anak di RSUD Dr. Moewardi. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (2889Kb)

    Abstract

    Yufida Rachma Safira, G0015237, 2019. Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Derajat Kekerapan Timbulnya Gejala Asma Anak di RSUD Dr. Moewardi. Skripsi. Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Pendahuluan: Asma adalah salah satu penyakit kronik yang paling umum di dunia, diperkirakan terdapat 300 juta orang yang terkena penyakit asma. Hal ini ditandai dengan gejala berulang seperti sesak napas, mengi, sesak dada, dan batuk. Gejala asma bervariasi dari waktu ke waktu, dan juga individu satu dengan yang lain. Faktor risiko asma pada anak adalah hubungan dengan berat badan, baik berat badan rendah maupun berat badan berlebih. Anak dengan berat badan kurang maupun berlebih memiliki respon sistem imun yang berbeda dalam merespon alergen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan derajat kekerapan timbulnya gejala asma anak di RSUD Dr. Moewardi. Metode: Penelitian pendekatan analitik observasional dengan desain studi case- control dilakukan pada bulan 26 Desember 2018 sampai 16 Januari 2019 di bagian Instalasi Rekam Medis RSUD Dr. Moewardi, Surakarta. Subjek penelitian adalah anak berusia 0 – 18 tahun yang terdiagnosis asma sebanyak 26 sampel dan non asma (Infeksi Saluran Pernapasan Atas akut atau ISPA) sebanyak 26 sampel dan dipilih secara acak di RSUD Dr. Moewardi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian dilakukan dengan mengolah data rekam medis dan melakukan klasifikasi IMT dengan software Anthro Plus WHO. Data kemudian dianalisis menggunakan uji Chi Square dan Odds Ratio (OR). Hasil: Hasil Uji Chi Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan (p<0,001) antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan derajat kekerapan timbulnya gejala asma anak. Anak dengan IMT gemuk atau obesitas berpeluang mengalami derajat kekerapan timbulnya gejala asma anak yang lebih berat 0,606 kali lebih besar daripada anak dengan IMT kurang atau normal (OR: 0,606; 95%CI: 0,149-2,464). Anak usia 5 – 18 tahun lebih berpeluang mengalami derajat kekerapan timbulnya gejala asma 0,175 kali besar daripada anak usia 0 – 5 tahun (OR: 0,175; 95%CI: 0,050-0,608). Anak laki-laki lebih berpeluang mengalami derajat kekerapan timbulnya gejala asma 1,000 kali lebih besar daripada anak perempuan (OR:1,000; 95%CI: 0,337-2,966). Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan derajat kekerapan timbulnya gejala asma anak di RSUD Dr. Moewardi, Surakarta.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Fakultas Kedokteran > Pendidikan Kedokteran
    Depositing User: Fransiska Meilani
    Date Deposited: 10 Apr 2019 07:56
    Last Modified: 10 Apr 2019 07:56
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/43642

    Actions (login required)

    View Item