ANALISIS BIAYA MANFAAT SOSIAL PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SAMPAH GEDE BAGE DENGAN MENGGUNAKAN BERBAGAI SKENARIO EFISIENSI AIR POLLUTION CONTROL

PRAJOGO, SAPTO (2019) ANALISIS BIAYA MANFAAT SOSIAL PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SAMPAH GEDE BAGE DENGAN MENGGUNAKAN BERBAGAI SKENARIO EFISIENSI AIR POLLUTION CONTROL. PhD thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (4065Kb)

    Abstract

    RINGKASAN Sapto Prajogo, T631108010, Analisis Biaya Manfaat Sosial Pada Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Gede Bage Dengan Menggunakan Berbagai Skenario Efisiensi Air Pollution Control. Disertasi. Program Doktoral Ilmu Lingkungan, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Tim promotor: Prof. Ir. Ari Handono Ramelan, M.Sc., (Hons)., Ph.D. (Promotor), Dr. Evi Gravitiani, SE., M.Si.(Co Promotor I), Prof. Dr. Hartono, dr. M.Si. (Co Promotor II). Fakta yang terlihat sehari-hari menunjukkan bahwa umumnya sampah-sampah domestik, baik dari bahan organik maupun non-organik dibuang begitu saja dalam suatu bak sampah, dan kemudian melalui berbagai cara transportasi, sampah berpindah tempat mulai dari tempat sampah di rumah sampai ke tempat pembuangan sementara dan diteruskan sampai ke tempat pembuangan akhir. Sampah-sampah tersebut sebenarnya tidak akan menjadi masalah selama daya tampung alami lingkungan mencukupi. Masalahnya, kondisi dan situasi perkotaan yang padat penduduk dan sempit lahan, produksi sampah setiap hari melampaui daya tampung lingkungan, dan sarana penanganan dan pengolahan yang ada tidak mampu mengatasi dengan cepat. Kota Bandung mengambil langkah kebijakan untuk membangun sistem pengolahan sampah dan sekaligus menghasilkan energi listrik. Pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) yang membakar langsung sampah dan memanfaatkan energi yang dihasilkan untuk menghasilkan energi listrik. PLTSa ini dilengkapi dengan peralatan Air Pollution Control, bila dioperasikan dengan baik, maka Air Pollution Control dipastikan memiliki efisiensi yang tinggi, polutan beracun dapat dikendalikan. Sebagai upaya mengevaluasi kebijakan Pemerintah Bandung tersebut, maka dilakukan penelitian Analisis Biaya Manfaat Sosial Pada Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Gede Bage. Konsep dasar analisa biaya manfaat sosial ini adalah menghitung biaya di internal proyek dan biaya yang ditanggung lingkungan atau biaya eksternalitas, selain itu menghitung manfaat yang didapatkan proyek dan manfaat yang didapatkan lingkungan. Hasil perhitungan tersebut dimanfaatkan untuk menganalisa kelayakan proyek. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan perubahan efisiensi Air Pollution Control terhadap komponen biaya eksternalitas, serta hubungan perubahan efisiensi Air Pollution Control terhadap tingkat kelayakan pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah. Rancangan penelitian, dalam penelitian ini memiliki variabel bebas berupa efisiensi air pollution control. Efisiensi Air Pollution Control adalah jumlah polutan yang berhasil dikendalikan dibagi potensi polutan yang dibangkitkan. Satuan dinyatakan dengan persen. nilai dari efisiensi Air Pollution Control tersebut direncanakan pada nilai 0%, 25%, 50%, 75%, 90% dan 99%. Penelitian ini memiliki variabel terikat berupa biaya eksternalitas dan tingkat kelayakan proyek. Biaya eksternalitas ini bersifat merugikan, adalah tersebarnya kontaminan ke lingkungan yang menyebabkan gangguan terhadap kesehatan lingkungan. Analisis Tingkat kelayakan proyek pada dasarnya adalah menganalisis efisiensi suatu proyek. Biaya eksternalitas yang merugikan dihitung berdasarkan, perkiraan jumlah penduduk yang sakit karena paparan polutan yang tersebar ke lingkungan, dan selanjutnya dikalikan dengan biaya berobat karena sakit tersebut. Perhitungan jumlah polutan yang tersebar ke lingkungan, dihitung mulai dari menentukan 10 polutan penting (Cr, Cd, As, CDD/CDF, Hg, Pb, SO2, HCl, PM dan NOx), menghitung laju polutan yang diemisikan lewat cerobong, memperkirakan sebaran di 16 penjuru mata angin, dan 45 titik tinjau per arah angin. Perhitungan sebaran polutan ini menggunakan metoda dispersi atmosfer. Hasil perhitungan dapat dibuat peta isopleth. Peta isopleth tersebut dihamparkan (overlay) ke peta tematik yang memiliki informasi demografi. Selanjutnya dari dosis polutan yang diisap penduduk di kawasan tertentu akan dapat diperkirakan responnya. Perkiraan dosis-respon terhadap 10 kontaminan (karsinogen dan non karsinogen) diasumsikan dengan komposisi jumlah yang sama dan disebarkan secara kontinyu selama selama 25 tahun. Perhitungan biaya eksternalitas tersebut diulang sesuai dosis kontaminan pada saat nilai nilai efisiensi air pollution control sebesar 25%, 50%, 75%, 90% dan 99%. Masing-masing nilai efisiensi Air Pollution Control dengan proyeksi selama 25 tahun akan dapat dihitung biaya eksternalitas karena beroperasinya PLTSa. Kelengkapan data yang lain dapat dilakukan pengujian BCR, NPV dan IRR. Selanjutnya dilakukan analisa regresi. Dari variabel-variabel yang telah berhasil dihitung, dilakukan pengujian untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara variabel efisiensi Air Pollution Control terhadap variabel nilai biaya eksternalitas, dan terhadap tingkat kelayakan proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sangat erat, antara efisiensi Air Pollution Control terhadap biaya eksternalitas. Terdapat hubungan yang sangat erat antara efisiensi Air Pollution Control terhadap tingkat kelayakan proyek. Keywords: waste to energy, Social Benefit Cost Analysis, efficiency, air pollution control, externality, feasibility

    Item Type: Thesis (PhD)
    Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
    Divisions: Pascasarjana
    Pascasarjana > Doktor
    Pascasarjana > Doktor > Ilmu Lingkungan S3
    Depositing User: Fransiska Meilani
    Date Deposited: 10 Apr 2019 07:30
    Last Modified: 10 Apr 2019 07:30
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/43631

    Actions (login required)

    View Item