PERTIMBANGAN MAHKAMAH AGUNG MEMUTUS PERMOHONAN KASASI PENUNTUT UMUM BERDASARKAN ALASAN JUDEX FACTIE TIDAK MEMPERTIMBANGKAN DENGAN BENAR UNSUR MEMPERKAYA DIRI SENDIRI ATAU ORANG LAIN ATAU KORPORASI DALAM PERKARA KORUPSI (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor: 787 K/Pid.Sus/2016)

Vidya, Mega (2019) PERTIMBANGAN MAHKAMAH AGUNG MEMUTUS PERMOHONAN KASASI PENUNTUT UMUM BERDASARKAN ALASAN JUDEX FACTIE TIDAK MEMPERTIMBANGKAN DENGAN BENAR UNSUR MEMPERKAYA DIRI SENDIRI ATAU ORANG LAIN ATAU KORPORASI DALAM PERKARA KORUPSI (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor: 787 K/Pid.Sus/2016). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (151Kb)

    Abstract

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan pengajuan kasasi Penuntut Umum dengan alasan judex factie tidak mempertimbangkan dengan benar unsur memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi serta pertimbangan Mahkamah Agung dalam mengabulkan permohonan kasasi Penuntut Umum dengan alasan judex factie tidak mempertimbangkan dengan benar unsur memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi dalam perkara korupsi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian normatif. Sumber bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder, dengan cara studi pustaka/dokumen, teknik analisis bahan hukum menggunakan metode silogisme dan interpretasi dengan menggunakan pola berpikir deduktif, dari pengajuan premis mayor dan premis minor saling dihubungkan untuk ditarik konklusi. Hasil penelitian ini, telah diketahui bahwa pengajuan kasasi Penuntut Umum dengan alasan judex factie tidak mempertimbangkan dengan benar unsur memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi dalam perkara korupsi sudah sesuai dengan Pasal 253 ayat (1) huruf a KUHAP Judex Factie telah salah menerapkan hukum, atau menerapkan hukum tidak sebagaimana mestinya. Serta pertimbangan Mahkamah Agung dalam mengabulkan permohonan kasasi Penuntut Umum dengan alasan judex factie tidak mempertimbangkan dengan benar unsur memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi dalam perkara korupsi alasan telah sesuai dengan Pasal 256 KUHAP, maka dalam putusannya hakim mengabulkan permohonan kasasi Penuntut Umum, membatalkan Putusan Pengadilan Tinggi Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Tinggi Bandung, mengadili sendiri Terdakwa terbukti bersalah melakukan Tindak Pidana “Korupsi secara bersama-sama”, menjatuhkan pidana selama 5 tahun dan denda sebesar Rp200.000.000,00 apa bila denda tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan, serta menjatuhkan pidana tambahan untuk membayar uang pengganti sebesar Rp131.875.000,00. Dikompensasi dengan uang yang sudah dibayar Terdakwa sebesar Rp65.000.000,00. Kata Kunci: Kasasi, Judex Factie, Penuntut Umum, Mahkamah Agung, Korupsi.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: K Law > K Law (General)
    Divisions: Fakultas Hukum
    Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
    Depositing User: Rifqi Imaduddin Irfan
    Date Deposited: 06 Apr 2019 11:47
    Last Modified: 06 Apr 2019 11:47
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/43534

    Actions (login required)

    View Item