PROSES PRODUKSI ASINAN TIMUN JEPANG DI PERUSAHAAN AGRINDO BOGA SANTIKA Dukuh Tombol, Desa Dalangan, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah

SAFITRI , LINDA (2010) PROSES PRODUKSI ASINAN TIMUN JEPANG DI PERUSAHAAN AGRINDO BOGA SANTIKA Dukuh Tombol, Desa Dalangan, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1542Kb)

    Abstract

    Negara Indonesia merupakan negara yang perekonomianya masih bertumpu pada sektor pertanian. Baik dari sektor pertanian tananaman maupun dari sektor pertanian yang sudah melalui pengolahan. Namun disini yang lebih ditekankan adalah dari sektor pertanian yang sudah mengalami pengolahan. Diversifikasi hasil pertanian di Indonesia terutama untuk olahan hasil pertanian perlu selalu dikembangkan dan merupakan salah satu langkah penting yang harus dilakukan agar tidak terjadi kebosanan terhadap suatu jenis produk makanan tertentu. Adanya diversifikasi makanan ini juga harus tetap memperhatikan nutrisi dan gizi agar mencukupi asupan gizi yang dibutuhkan oleh masyarakat. Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengubah suatu hasil pertanian agar lebih bervariasi dengan tetap mengutamakan keamanan pangan itu sendiri. Pengolahan produk makanan ini juga harus memperhatikan umur simpannya dan bagaimana cara untuk mempertahankan umur simpan. Salah satu cara yang biasanya dilakukan untuk menambah umur simpan suatu produk pangan adalah dengan cara pengawetan. Ada banyak sistem pengawetan dilakukan diantaranya adalah pengawetan secara fisik, pengawetan secara radiasi, pengawetan secara biologis dan pengawetan secara kimia. Sistem pengawetan yang paling banyak dilakukan, karena dianggap yang paling murah dan mudah, yaitu : 1. Dengan nilai pH rendah (umumnya di bawah nilai 5,5) dengan penambahan asam organik ataupun asam-asam lainnya, misalnya terhadap serealia (jagung, beras, kacang-kacangan). 2. Dengan larutan garam, misalnya dalam pembuatan ikan asin dan asinan. 3. Dengan larutan gula, misalnya di dalam pembuatan kue-kue, dodol, ataupun manisan. 4. Dengan fumigasi, misalnya gas etilen oksida, dan propilin oksida. Pengawetan yang dilakukan oleh Perusahaan Agrindo Boga Santika ini adalah pengawetan secara kimia yaitu dengan menggunakan larutan garam. Perusahaan Agrindo Boga Santika ini beralamat di Desa Dalangan, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Propinsi Jawa Tengah. Bahan baku yang digunakan pada proses pengawetan ini adalah buah mentimun. Buah mentimun yang digunakan harus mempunyai kualitas yang baik agar kualitas produk akhir yang dihasilkan juga baik. Mentimun atau cucumber merupakan tanaman semusim yang bersifat menjalar atau memanjat dengan perantara alat pemegang yang berbentuk pilin atau spiral, berambut kasar, berbatang basah dengan panjang 0,5-2,5 m. perbayakan tanaman ini dapat dilakukan dengan biji. Tanaman ini mempunyai sulur dahan berbentuk spiral yang keluar disisi tangkai daun. Berdaun tunggal, berwarna hijau, dengan letak berselang seling, dan bertangkai panjang. Bentuk daunnya bulat telur lebar dengan pangkal berbentuk jantung yang bagian ujungnya meruncing dan bagian tepi bergerigi. Panjang daunnya 7-18 cm dengan lebar 7-15 cm. Buah mentimun ini biasanya digunakan sebagai sayuran dan sangat digemari oleh masyarakat Indonesia. Namun untuk pengembangan buah ini di negara Indonesia sendiri masih tergolong sedikit. Petani yang menanam buah mentimun juga masih jarang, alasannya karena daya jual mentimun sangat rendah. Padahal prospek pengembangan budidaya mentimun secara komersial dan dikelola dalam skala agribisnis semakin cerah, karena pemasaran hasilnya tidak hanya dilakukan di dalam negeri, tetapi juga diluar negeri. Seperti apa yang dilakukan oleh Perusahaan Agrindo Boga Santika, perusahaan ini mengekspor hasil pengawetan mentimun yang berupa asinan ke negara Jepang. Bahan baku utama dapat diperoleh dari petani yang berada disekitar lokasi perusahaan. Peralatan yang digunakan dalam proses produksi sudah dikalibrasi untuk setiap bulannya. Kemudian buah mentimun siap diolah menjadi asinan dengan serangkaian proses. Seperti sortasi, pembelahan, penghilangan biji, penggaraman dan pengepakan. Setelah didapatkan hasil akhir yang berupa asinan mentimun, kemudian diadakan pengujian mutu dari produk akhir tersebut. Baik dilihat dari segi morfologi, kimia maupun biologi. Dan juga dilakukan pengendalian mutu untuk tiap proses pengolahan agar di dapatkan hasil yang maksimal.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Fakultas Pertanian
    Fakultas Pertanian > D3 - Teknologi Hasil Pertanian
    Depositing User: Budianto Erwin
    Date Deposited: 15 Jul 2013 16:02
    Last Modified: 15 Jul 2013 16:02
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/4347

    Actions (login required)

    View Item