Identifikasi Miskonsepsi Siswa Tentang Penjumlahan Vektor dengan Menggunakan Teknik Certainty of Respon Index (CRI) Termodifikasi pada Siswa Kelas X SMA di Kabupaten Pati

N, WARA ITSNA (2019) Identifikasi Miskonsepsi Siswa Tentang Penjumlahan Vektor dengan Menggunakan Teknik Certainty of Respon Index (CRI) Termodifikasi pada Siswa Kelas X SMA di Kabupaten Pati. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (374Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Wara Itsna Nurmaulana. IDENTIFIKASI MISKONSEPSI SISWA TENTANG PENJUMLAHAN VEKTOR DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK CERTAINTY OF RESPONSE INDEX (CRI) TERMODIFIKASI PADA SISWA KELAS X SMA DI KABUPATEN PATI. Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Januari 2019. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) mengetahui terjadi atau tidaknya miskonsepsi pada siswa kelas X SMA di Kabupaten Pati pada materi Penjumlahan Vektor, (2) mendeskripsikan besar persentase siswa yang paham konsep, mengalami miskonsepsi, dan siswa yang tidak paham konsep, (3) mendeskripsikan profil miskonsepsi yang terjadi pada siswa dan (4) mengetahui cara mengatasi miskonsepsi pada siswa. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA di Kabupaten Pati Tahun Ajaran 2018/2019. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, tes dan wawancara. Cara mengidentifikasi miskonsepsi siswa pada penelitian ini menggunakan Teknik Certainty of Response Index (CRI) Termodifikasi yang dikembangkan oleh Aliefman Hakim (2012). Pemilihan subjek ini menggunakan teknik stratified-cluster random sampling (pengambilan sampel acak klaster berstrata) sehingga di dapatkan SMA N 1 Pati, SMA N 3 Pati dan SMA Nasional Pati sebagai sampelnya. Sumber data didapat dari hasil tes siswa. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif yang meliputi besar prosentase dan profil miskonsepsi siswa. Dari analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa: (1) siswa kelas X SMA di Kabupaten Pati mengalami miskonsepsi tentang Penjumlahan Vektor. Siswa yang memahami konsep sebesar 32 %, mengalami miskonsepsi 23 % dan tidak paham konsep 45 %. Adapun kategori paham konsep namun kurang yakin sebesar 2 %, (2) pada sub konsep penjumlahan vektor segaris kerja (parallel dan anti parallel) siswa mengalami miskonsepsi sebesar 5 %, metode segitiga 32 %, metode jajargenjang 20 % dan metode poligon 43 %, (3) profil miskonsepsi siswa antara lain, siswa menganggap bahwa: (a) pangkal vektor R ⃗ (resultan) terletak di ujung vektor terakhir dan ujung vektor R ⃗ terletak di pangkal vektor pertama, (b) vektor yang mengarah ke bawah dan ke kiri merupakan vektor negatif, sedangkan vektor yang mengarah ke atas dan ke kanan merupakan vektor positif. Siswa menggunakan konsep ini dalam penjumlahan vektor metode pangkal-ke-ujung (tail-to-tip), (c) penjumlahan vektor sama dengan penjumlahan biasa (skalar), (d) vektor R ⃗ (resultan) pada metode jajargenjang merupakan diagonal antara kedua ujung vektor, (e) metode pangkal-ke-ujung digunakan pada metode jajargenjang, (f) vektor R ⃗ (resultan) pada metode poligon menghubungkan ujung vektor yang satu dengan ujung vektor yang lain, dan (g) vektor negatif sama dengan vektor awal atau vektor mula-mula baik arah maupun besarnya, (4) salah satu cara untuk mengatasi miskonsepsi adalah menggunakan model pembelajaran make a match. Kata kunci: miskonsepsi, Certainty of Response Index (CRI) Termodifikasi, Penjumlahan Vektor

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Fisika
    Depositing User: Ferina Umu Salamah
    Date Deposited: 14 Mar 2019 14:10
    Last Modified: 14 Mar 2019 14:10
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/43404

    Actions (login required)

    View Item