Efek Antihistamin Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava) pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) dengan Induksi Ovalbumin

KAWURI, WAHYU TRI (2019) Efek Antihistamin Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava) pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) dengan Induksi Ovalbumin. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (609Kb)

    Abstract

    Wahyu Tri Kawuri, G0015229, 2018. Efek Antihistamin Daun Jambu Biji (Psidium guajava) pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) dengan Induksi Ovalbumin. Skripsi. Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Latar Belakang: Data World Allergy Organization (WAO) tahun 2013 menunjukkan bahwa prevalensi alergi diperkirakan sekitar 30-40% dari populasi dunia. Reaksi alergi terjadi akibat pelepasan histamin oleh sel mast. Pengobatan alergi jangka panjang selama ini memiliki efek samping berupa gangguan kardiovaskuler, retensi urin, AGEP, dan gangguan saraf. Penelitian sebelumnya menunjukan kuersetin mampu menghambat pelepasan histamin oleh sel mast. Pada analisis kimia, daun jambu biji mengandung kuersetin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antihistamin ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava) pada tikus putih (Rattus norvegicus) yang diinduksi ovalbumin. Metode: Penelitian quasi experimental design dengan metode posttest only group design menggunakan 24 tikus yang dibagi kedalam 6 kelompok secara acak. Kelompok kontrol normal (KN) tanpa perlakuan, kontrol negatif (K-) yang hanya diinduksi ovalbumin, kontrol positif (K+) diberikan metilprednisolon, dan kelompok perlakuan (P1, P2, P3) diberikan ekstrak daun jambu biji dengan dosis, berikut 27 mg/200 gramBB, 54 mg/200 gramBB, dan 108 mg/200 gramBB. Pengamatan efek antihistamin berupa perhitungan rata-rata jumlah garuk tikus. Data dianalisis dengan menggunakan uji One-Way ANOVA dan dilanjutkan uji Post Hoc Tukey. Hasil: Hasil uji One-Way ANOVA menunjukkan perbedaan rata-rata jumlah garuk tikus antar kelompok perlakuan bermakna secara statistik (p=0,00). Hasil uji Tukey menunjukan terdapat perbedaan rata-rata jumlah garuk tikus pada kelompok K- (45,75±5,50) dibandingkan dengan kelompok KN (2,25±0,96) dan kelompok perlakuan ekstrak daun jambu biji berbagai dosis yang bermakna secara statistik (p=0,00). Hasil rata-rata jumlah garuk tikus pada kelompok KN (2,25±0,96) dibandingkan dengan P2 (9,00±0,82) tidak menunjukan perbedaan yang bermakna secara statistik (p=0,085). Simpulan: Ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava) memiliki efek antihistamin pada tikus putih (Rattus norvegicus) yang diinduksi ovalbumin.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Fakultas Kedokteran > Pendidikan Kedokteran
    Depositing User: Aren Dwipa
    Date Deposited: 04 Mar 2019 14:29
    Last Modified: 04 Mar 2019 14:29
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/43399

    Actions (login required)

    View Item