PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb) DALAM RANSUM TERHADAP PERSENTASE KARKAS DAN LEMAK ABDOMINAL KELINCI LOKAL JANTAN

WISMA PRAYOGI, PRIYO (2008) PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb) DALAM RANSUM TERHADAP PERSENTASE KARKAS DAN LEMAK ABDOMINAL KELINCI LOKAL JANTAN. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (258Kb)

    Abstract

    Naiknya permintaan masyarakat terhadap daging kelinci mendukung upaya untuk meningkatkan persentase karkas, serta menekan kadar lemaknya, yang secara tidak langsung menaikkan produktivitas daging kelinci. Salah satu cara untuk mengupayakannya yaitu dengan penambahan tepung temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) pada pakannya. Temulawak mengandung zat aktif kurkumin dan minyak atsiri yang dapat merangsang nafsu makan dan dapat merangsang sel hati untuk meningkatkan produksi empedu sehingga sekresi empedu berjalan lancar dan pertumbuhannya baik. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung temulawak dalam ransum terhadap persentase karkas dan lemak abdominal kelinci lokal jantan. Penelitian dilaksanakan di RT 21/V, Desa Gulon, Kecamatan Jebres, Surakarta selama 8 minggu dimulai tanggal 28 November 2007 sampai 8 Januari 2008. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah dengan menggunakan 24 ekor kelinci lokal jantan umur ±2 bulan dengan bobot badan 727,79 ± 97,3 g. Penelitian menggunakan empat perlakuan (P0, P1, P2, P3) dan setiap perlakuan terdiri dari tiga ulangan dan setiap ulangan terdiri dua ekor kelinci lokal jantan. Perlakuan yang diberikan adalah: P0 = sebagai kontrol terdiri dari jerami kacang tanah (rendeng) 70 persen + konsentrat 30 persen; P1= kontrol + dua persen tepung temulawak; P2= kontrol + empat persen tepung temulawak dan P3= kontrol + enam persen tepung temulawak. Peubah yang diamati adalah bobot potong, bobot karkas, persentase karkas, konformasi karkas dan persentase lemak abdominal. Rata-rata bobot potong yang diperoleh selama penelitian P0, P1, P2, dan P3 berturut-turut dalam gram yaitu: 1014,333; 1002,667; 961,667; dan 944,667. Rata-rata bobot karkas dalam gram: 428,667; 429,001; 410,667; dan 390,333. Rata-rata persentase karkas dalam persen: 42,297; 42,771; 42,717 dan 40,997. Rata-rata Konformasi karkas: 41,593; 43,117; 40,147; dan 40,450. Pada penelitian ini tidak terdapat lemak abdominalnya. Analisis Variansi menunjukkan hasil berbeda tidak nyata pada setiap parameter yang diamati. Hal ini di diduga karena penambahan tepung temulawak sampai taraf enam persen belum mampu meningkatkan nafsu makan kelinci lokal jantan sehingga konsumsinya masih pada taraf berbeda tidak nyata (P≥0,05). Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah bahwa penambahan tepung temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) dalam ransum kelinci lokal jantan sampai level enam persen tidak berpengaruh terhadap bobot potong, bobot karkas, persentase karkas, konformasi karkas dan persentase lemak abdominalnya.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
    Divisions: Fakultas Pertanian > Peternakan
    Depositing User: Ferdintania Wendi
    Date Deposited: 25 Jul 2013 16:02
    Last Modified: 25 Jul 2013 16:02
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/4338

    Actions (login required)

    View Item