Pembentukan Habituasi Literasi Baca Tulis Siswa Melalui Gerakan Literasi Sekolah di SMA Negeri 1 Klaten

ATMAWATI, FERA (2019) Pembentukan Habituasi Literasi Baca Tulis Siswa Melalui Gerakan Literasi Sekolah di SMA Negeri 1 Klaten. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (65Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Fera Atmawati. K8414020. “PEMBENTUKAN HABITUASI LITERASI BACA TULIS SISWA MELALUI GERAKAN LITERASI SEKOLAH DI SMA NEGERI 1 KLATEN”. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Desember 2018 Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pembentukan habituasi literasi baca tulis siswa melalui Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMA Negeri 1 Klaten. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara mendalam dan observasi langsung. Teknik pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling. Informan yang dipilih adalah 5 orang siswa, kepala sekolah, penanggung jawab pelaksanaan literasi dan 2 orang guru. Uji validitas data menggunakan triangulasi metode dan triangulasi sumber. Analisis data menggunakan analisis Cresswell yang terdiri dari tahapan: menyiapkan data, mengeksplorasi data, mengkoding data, mendeskripsikan melalui narasi dan menginterpretasi data atau memaknai data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan habituasi literasi baca tulis siswa melalui GLS dilakukan melalui tiga fase. Habituasi ialah bentuk pembiasaan yang dilakukan melalui pengalaman dan pengajaran. Kegiatan literasi melalui GLS sengaja dilakukan oleh pihak sekolah untuk membentuk siswa yang literat dengan harapan siswa mampu meraih prestasi yang akan memperkuat posisi SMA N 1 Klaten sebagai sekolah rujukan. Bourdieu mengungkapkan bahwa rangkaian proses pembentukan habituasi dimulai dengan pemahaman kognitif kemudian akan menyatu dengan gagasan pikiran sebelumnya dan dipelajari dalam waktu yang lama dan panjang hingga diekspresikan menjadi perilaku yang terpola. Pembentukan habituasi baca tulis siswa melalui GLS yaitu fase pertama dilakukan dengan memberi pemahaman pada siswa melalui pikirannya berkaitan dengan GLS melalui sosialisasi dan dibenturkan dengan idealisme sekolah sebagai penggeraknya. Siswa berada dalam proses rekonsruksi dari keadaan sebelumnya. Fase kedua yaitu siswa diberikan drill sebagai bentuk pembudayaan yaitu melalui (1) tahap pembiasaan yang terdiri dari kegiatan 15 menit membaca sebelum pembelajaran dan penciptaan lingkungan fisik yang literat yaitu pojok baca, taman baca, kudapan literasi dan perpustakaan sekolah, (2) tahap pengembangan meliputi kegiatan talkshow bersama penulis dan seminar literasi, (3) tahap pembelajaran yaitu produk tulisan yang dihasilkan siswa. Fase ketiga yaitu terpola. Siswa memiliki bentuk kesadaran dalam hal literasi dan manfaatnya. Sehingga kegiatan literasi yang dibiasakan di sekolah melalui GLS juga dilakukan siswa ketika berada di luar sekolah, seperti keaktifan siswa dalam berdiskusi bersama guru maupun teman baik di dalam maupun luar pembelajaran dan mengikutsertakan tulisannya dalam ajang perlombaan kepenulisan. Kata kunci : Gerakan Literasi Sekolah, habituasi, literasi baca tulis

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Sosiologi Antropologi
    Depositing User: Ferina Umu Salamah
    Date Deposited: 14 Feb 2019 12:52
    Last Modified: 14 Feb 2019 12:52
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/43279

    Actions (login required)

    View Item