Makna Pekerjaan Rumah (PR) dalam Kegiatan Belajar Mengajar di SMA Batik 1 Surakarta

A, NUARYSTA AFRIAR P (2019) Makna Pekerjaan Rumah (PR) dalam Kegiatan Belajar Mengajar di SMA Batik 1 Surakarta. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (32Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Nuarysta Afriar Putri Atikadyar. NIM K8411053.MAKNA PEKERJAAN RUMAH (PR) DALAM KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR DI SMA BATIK 1 SURAKARTA.Skripsi. FakultasKeguruandanIlmuPendidikanUniversitasSebelasMaret Surakarta. Juli2018. Penelitianinibertujuanuntukmemahami makna pekerjaan rumah bagi peserta didik di kotaSurakarta,mengetahui gambaran tentang makna pekerjaan rumah menurut para siswa serta mengetahuistrategi apa yang dilakukan baik peserta didik maupun guru dalam menyikapi pekerjaan rumah (PR) dalam kegiatan belajar mengajar di SMA Batik 1 Surakarta. Penelitianinimenggunakanjenispenelitiankualitatifdenganpendekatanfenomenologi.Pengumpulan data dengan menggunakanwawancara, FGD dan observasi.Wawancaradilakukansecaramendalam (in depth interview) dengannarasumber yang terdiridari4 orang siswa, dan seorang guru mata pelajaran (Mapel).Penelitianinimenggunakanteknikpengambilaninformandengancarapurposivesampling.Dalammelakukanujivaliditas data menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi metode.Teknikanalisis data menggunakananalisisinteraktif yang terdiridarireduksi data, penyajian data, penarikankesimpulansertaverifikasi. Berdasarkanhasilpenelitian yang dilakukan, didapatkanhasilsebagaiberikut: (1) makna pekerjaan rumah menurut peserta didik adalah salah satu upaya yang dilakukan oleh guru untuk menunjang keberhasilan peserta didik dilihat dari nilai yang diberikan guru kepada peserta didik,(2) strategi yang dilakukan oleh peserta didik dalam menyikapi pekerjaan rumah yaitu: (a)First Impression Strategy; (b) Sistem Kebut Semalam (SKS); (c) Taktik One-last Minute; dan (d) Taktik Pengalihan Perhatian (3) serta strategi yang digunakan oleh guru dalam mengelola pekerjaan rumah yaitu memberikan penghargaan (reward)dan memberikan hukumuan (punishment). Dalam fenomena pekerjaan rumah dalam kegiatan belajar mengajar di SMA Batik 1 Surakarta yang telah disampaikan oleh peserta didik tersebut menandakan bahwa salah satu sistem dalam pendidikan berjalan tidak sebagaimana mestinya seperti yang diungkapkan oleh Radcliffe Brown dalam teorinya struktural fungsional. Dengan demikian peserta didik belajar untuk mencari solusi bagaimana caranya agar sistem yang tidak berfungsi dengan lancar ini berfungsi kembali dan tidak mengganggu fungsi sistem yang lainnya. Serta dengan menggunakan pemikiran Georg Simmel tentang kesadaran individu, peserta didik mulai menggali ide dan taktik agar fungsi sistem secara keseluruhan dapat berjalan dengan lancar. Kata kunci :Pekerjaan rumah, Makna , Strategi, Guru, Peserta didik.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Sosiologi Antropologi
    Depositing User: Ferina Umu Salamah
    Date Deposited: 14 Feb 2019 11:39
    Last Modified: 14 Feb 2019 11:39
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/43264

    Actions (login required)

    View Item