Konflik Peran Ganda Buruh Perempuan Pabrik Garment di Desa Sudimoro, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali

P, Agnesilyani Marda (2019) Konflik Peran Ganda Buruh Perempuan Pabrik Garment di Desa Sudimoro, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (84Kb)

    Abstract

    BSTRAK Agnesilyani Marda Pertiwi. K8414002. KONFLIK PERAN GANDA BURUH PEREMPUAN PABRIK GARMENT DI DESA SUDIMORO, KECAMATAN TERAS, KABUPATEN BOYOLALI. Skripsi, Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Oktober 2018. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui adanya konsep front stage dan back stage dapat mendeskripsikan tentang bentuk konflik peran ganda buruh perempuan di PT. Sarana Cipta Busana; (2) mengetahui impression management dapat menjelaskan kerjasama yang dilakukan antara istri dan suami atau anggota keluarga lain dalam menciptakan manajemen konflik peran ganda buruh perempuan di PT. Sarana Cipta Busana. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif analitis. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan observasi pasif. Informan kunci terdiri dari 4 orang buruh perempuan PT. Sarana Cipta Busana di Desa Sudimoro yang berusia 27- 41 tahun dengan usia perkawinan dan yang berbeda. Serta 8 informan pendukung yang terdiri dari 4 orang suami, 3 anak dan 1 orang tua dari informan kunci. Informan dipilih dengan teknik pengambilan purposive sampling. Triangulasi data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : (1) Terdapat 3 bentuk konflik peran ganda buruh perempuan PT. Sarana Cipta Busana, yaitu (a) Informan tidak dapat menjalankan dua tanggung jawab secara bersamaan (time- based conflict); (b) Tekanan yang berlebihan dari salah satu peran mengakibatkan informan sulit mengerjakan peran lainnya (strain- based conflict); (c) Pengharapan perilaku yang bertolak belakang mengakibatkan informan sulit menjaga kestabilan emosi (behavior- based conflict). (2) Buruh perempuan dan keluarga menciptakan manajemen konflik, yaitu (a) menajemen waktu yang dilakukan dengan cara menetapkan prioritas pekerjaan dan mendelegasikan tugas rumah tangga kepada suami atau anak; (b) yaitu manajemen keluarga yang dilakukan melalui memberi konsekuensi kepada anak yang apabila tidak mau membantu buruh perempuan menyelasaikan pekerjaan rumah tangga; (c) manajemen pekerjaan melalui cara menunda atau mengurangi waktu istirahat; (d) manajemen diri yaitu dengan cara memilih bekerja di SCB dengan perimbangan lokasi yang dekat dengan rumah dan jam kerja yang tidak terlalu panjang; (e) memelihara hubungan sosial yaitu melalui cara memberi uang belanja lebih kepada ibu buruh perempuan.. Kata kunci: buruh perempuan, konflik peran ganda, manajemen konflik peran ganda

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
    L Education > L Education (General)
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Sosiologi Antropologi
    Depositing User: Aren Dwipa
    Date Deposited: 13 Feb 2019 03:41
    Last Modified: 13 Feb 2019 03:41
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/43248

    Actions (login required)

    View Item