Realisasi Leksikogramatika Genre Perkuliahan Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing: Pendekatan Linguistik Sistemik Fungsional

, SUNARDI (2019) Realisasi Leksikogramatika Genre Perkuliahan Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing: Pendekatan Linguistik Sistemik Fungsional. PhD thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (166Kb)

    Abstract

    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan tahapan genre perkuliahan bahasa Inggris sebagai bahasa asing di Indonesia dalam mencapai tujuan sosialnya, realisasi leksikogramatika makna metafungsional (yang mencakup makna eksperiensial, makna interpersonal, dan makna tekstual) pada genre perkuliahan bahasa Inggris, dan hubungan antara realisasi leksikogramatika makna metafungsional dengan tahapan genre perkuliahan bahasa Inggris dalam mencapai tujuan sosialnya. Data penelitian ini adalah tiga genre perkuliahan bahasa Inggris sebagai bahasa asing yang dilakukan di tiga program studi bahasa Inggris berakreditasi A dari BAN-PT Kemristekdikti, pada tiga perguruan tinggi yang ada di Kota Semarang. Data diambil pada tahun akademik 2015 – 2016. Sumber data penelitian ini meliputi kegiatan perkuliahan bahasa Inggris, dosen pengampu dan mahasiswa peserta perkuliahan, dan dokumen yang terkait dengan kegiatan perkuliahan. Data dianalisis dengan menggunakan kerangka analisis genre dalam perspektif Linguistik Sistemik Fungsional (Sydney School), khususnya model genre Martin (1992) dan realisasi makna metafungsional Halliday & Matthiessen (2004). Tahapan analisis data dilakukan dengan menggunakan model analisis etnografis Spradley (1980). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan genre perkuliahan bahasa Inggris dalam mencapai tujuan sosialnya, yaitu membuat mahasiswa memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap berkenaan dengan materi perkuliahan, meliputi Tahap Orientasi ^ Tahap Diskusi ^ Tahap Penutup. Tahap Orientasi dilakukan melalui beberapa langkah kegiatan perkuliahan secara berurutan, yaitu Salam Pembuka ^ Membangun Relasi Sosial dengan Mahasiswa ^ Pemeriksaan Administrasi Perkuliahan ^ Tinjauan Mata Kuliah Sebelumnya ^ Penentuan Rencana Kegiatan Perkuliahan ^ Pemeriksaan Tugas Pertemuan Sebelumnya ^ Kesimpulan Tugas ^ Pernyataan Kegiatan Perkuliahan ^ Pernyataan Tujuan Perkuliahan. Selanjutnya Tahap Diskusi dilakukan melalui beberapa langkah kegiatan perkuliahan secara berurutan, yaitu: Penjelasan Konsep/Teori ^ Pemberian Contoh ^ Pemeriksaan Pemahaman Mahasiswa ^ Kesimpulan Konsep/Teori ^ Pemberian Latihan ^ Pengerjaan Latihan ^ Monitoring Latihan ^ Pemeriksaan Latihan ^ Kesimpulan Pokok Perkuliahan. Dan Tahap Penutup dilakukan melalui beberapa langkah kegiatan perkuliahan secara berurutan, yaitu: Rangkuman ^ Umpan Balik ^ Pemberian Tugas ^ Tindak Lanjut ^ Salam Penutup. Realisasi leksikogramatika makna metafungsional pada GPBI adalah sebagai berikut: (1) secara eksperiensial, proses yang digambarkan pada GPBI didominasi oleh proses relasional, proses material, dan proses mental, dengan melibatkan partisipan manusia (dosen dan mahasiswa) dan partisipan non-manusia (konsep, teori, fakta yang dibahas), serta sirkumstansi tempat dan waktu; (2) secara interpersonal, klausa yang digunakan pada GPBI didominasi oleh klausa Deklaratif, klausa Interogatif, dan klausa Imperatif; dan (3) secara tekstual, Tema yang digunakan pada GPBI didominasi oleh Tema Topikal Takbermarkah, Tema Interpersonal Kata Tanya Wh-, dan Tema Tekstual Struktural. Alasan terjadinya realisasi leksikogramatika makna eksperiensial, makna interpersonal, dan makna tekstual pada GPBI adalah sebagai berikut: (1) dominasi penggunaan proses relasional pada GPBI karena pokok pembahasan GPBI adalah materi keilmuaan bahasa Inggris yang secara Transitivitas digambarkan sebagai relasi antara suatu konsep/teori/fakta dengan definisi atau penjelasannya. Selain itu, proses material juga digunakan untuk menggambarkan aktivitas fisik yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa dalam memahami materi perkuliahan, dan proses mental digunakan untuk menggambarkan aktivitas pikir mahasiswa dalam memahami konsep atau teori yang menjadi pokok pembahasan perkuliahan; (2) dominasi penggunaan klausa Deklaratif pada GPBI karena perkuliahan menggunakan metode pembelajaran yang berpusat kepada dosen (teacher-centered learning), yang menempatkan dosen sebagai orang ahli (expert) dan mahasiswa sebagai orang baru (novice), sehingga dosen lebih dominan dalam memberi informasi tentang konsep/teori/fakta yang menjadi pokok materi perkuliahan. Klausa Interogatif juga digunakan untuk mengetahui apakah konsep/teori yang dipelajari dalam perkuliahan dipahami oleh mahasiswa. Klausa Imperatif digunakan untuk meminta mahasiswa melakukan suatu tindakan dalam rangka memahami materi perkuliahan; dan (3) dominasi Tema Topikal Takbermarkah pada GPBI karena dalam penjelasan materi perkuliahan, konsep/teori/fakta yang menjadi pokok materi perkuliahan difungsikan sebagai Subjek klausa agar mudah dipahami. Disamping itu, Tema Interpersonal Kata Tanya Wh- juga sering digunakan dalam klausa Interogatif untuk meyakinkan bahwa mahasiswa memahami materi perkuliahan. Tema Tekstual Struktural digunakan agar klausa-klausa yang dipakai untuk menjelaskan materi perkuliahan memiliki kohesi dengan klausa lainnya sehingga mahasiswa lebih mudah memahaminya. GPBI yang dikaji dalam penelitian ini merupakan genre makro perkuliahan yang terbentuk dari beberapa genre mikro, yang termasuk dalam genre faktual, yang terdiri dari genre mikro: Rekon, Laporan, Deskripsi, Eksplanasi, Eksposisi, dan Prosedur. Kata Kunci: genre perkuliahan bahasa Inggris, struktur skematik, makna metafungsional, wacana pedagogis, linguistik sistemik fungsional

    Item Type: Thesis (PhD)
    Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics
    Divisions: Pascasarjana
    Pascasarjana > Doktor > Linguistik - S3
    Depositing User: Aren Dwipa
    Date Deposited: 12 Feb 2019 14:27
    Last Modified: 12 Feb 2019 14:27
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/43234

    Actions (login required)

    View Item