Perbedaan Kejadian Dispareunia pada Wanita Postpartum Pervaginam dengan Episiotomi dan Non Episiotomi di RSUD Dr. Moewardi

Kp., Rahmadhani Bella (2019) Perbedaan Kejadian Dispareunia pada Wanita Postpartum Pervaginam dengan Episiotomi dan Non Episiotomi di RSUD Dr. Moewardi. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (158Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Latar Belakang: Dunia kedokteran kurang memberikan perhatian pada disfungsi seksual pada wanita postpartum, terlebih lagi nyeri seksual atau dispareunia. Padahal dispareunia pada masa postpartum menimbulkan penurunan quality of life yang cukup besar pada pasien. Di Indonesia, terlebih lagi di Surakarta, angka dispareunia belum diketahui pasti mengingat hambatan sosiokultural, karena sebagian masyarakat masih tabu membicarakan masalah seks. Episiotomi merupakan salah satu tindakan yang dilakukan pada persalinan pervaginam untuk membantu proses kelahiran bayi. Tindakan operatif ini dilakukan melalui insisi mukosa vagina, fasia perineum, otot perineum, dan kulit pada kala II persalinan. Penelitian mengenai pengaruh episiotomi terhadap dispareunia masih sangat terbatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang perbedaan kejadian dispareunia pada wanita postpartum dengan episiotomi dan non episiotomi di RSUD Dr. Moewardi. Metode: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, dilakukan pada bulan Juli – Agustus 2018 di RSUD Dr. Moewardi. Subjek penelitian adalah wanita yang melakukan persalinan normal dengan episiotomi maupun non episiotomi di RSUD Dr. Moewardi dalam kurun waktu mulai bulan Januari 2016 hingga bulan Mei 2018. Penelitian dilakukan dengan mengolah data rekam medis dan wawancara untuk pengisian kuesioner FSFI pada subjek penelitian. Pada penelitian ini dipilih sebanyak 80 subjek penelitian yang meliputi 40 pada kelompok episiotomi dan 40 pada kelompok non episiotomi yang diambil menggunakan consecutive sampling. Data kemudian dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney dan uji regresi linier ganda. Hasil: Hasil Uji Mann-Whitney menunjukkan bahwa pada variabel dispareunia, mean kelompok episiotomi sebesar 35,45 dan non episiotomi sebesar 45,55 dengan signifikansi p=0,047 (p < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok episiotomi dan non episiotomi. Simpulan: Terdapat perbedaan yang bermakna antara wanita postpartum pervaginam episiotomi maupun non episiotomi terhadap kejadian dispareunia di RSUD Dr. Moewardi pada Januari 2016 – Mei 2018. Kata Kunci: Dispareunia, persalinan pervaginam, episiotomi, non episiotomi

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Fakultas Kedokteran > Pendidikan Kedokteran
    Depositing User: Aren Dwipa
    Date Deposited: 12 Feb 2019 14:21
    Last Modified: 12 Feb 2019 14:21
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/43230

    Actions (login required)

    View Item