Perbedaan Tekanan Intraokular antara Indeks Masa Tubuh Normal dan Lebih pada Siswa Sekolah Dasar

P, Muthia Pradipta D (2019) Perbedaan Tekanan Intraokular antara Indeks Masa Tubuh Normal dan Lebih pada Siswa Sekolah Dasar. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (279Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Muthia Pradipta Dian Pribadi, G0015173, 2018. Perbedaan Tekanan Intraokular antara Indeks Masa Tubuh Normal dan Lebih pada Siswa Sekolah Dasar. Latar Belakang : Gangguan penglihatan termasuk kebutaan merupakan salah satu masalah kesehatan di bidang ilmu kesehatan mata yang umum terjadi di Indonesia. Penyebab paling umum kebutaan di dunia adalah katarak, kelainan refraksi, dan penyakit glaukoma. Glaukoma merupakan penyakit yang tidak banyak diketahui oleh masyarakat, sehingga insidensi di Indonesia semakin meningkat. Salah satu faktor risiko glaukoma adalah dengan meningkatnya tekanan intraokular. Peningkatan tekanan intraokular ini sering diabaikan oleh masyarakat. Salah satu penyebab peningkatan tekanan intraokular adalah indeks masa tubuh lebih. Indeks masa tubuh adalah pengukuran dalam pengklasifikasian kriteria obesitas seseorang. Penelitian mengenai pengaruh indeks masa tubuh terhadap tekanan intraokular masih terbatas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tekanan intraokular antara indeks masa tubuh normal dan lebih pada siswa sekolah dasar. Metode: Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, dilakukan pada bulan Oktober 2018 di SD N Cemara 2 Surakarta. Subjek penelitian adalah siswa dan siswi kelas III, IV, dan V SD N Cemara 2 Surakarta. Penelitian dilakukan dengan cara pengukuran secara langsung pada sampel penelitian. Pengukuran yang dilakukan adalah mengukur tekanan intraokular, berat badan, tinggi badan, dan visus. Penelitian ini menggunakan 62 sampel penelitian yang meliputi 31 kelompok indeks masa tubuh normal dan 31 kelompok indeks masa tubuh lebih yang diambil menggunakan teknik consecutive sampling. Data selanjutnya dianalisis menggunakan uji-t independen dan uji regresi linier. Hasil: Hasil Uji-t Independen menunjukkan bahwa pada variabel tekanan intraokular, rerata TIO dengan indeks masa tubuh lebih (17,51 ± 3,45 dan 16,90 ± 3,21 mmHg) pada mata kanan dan kiri lebih besar jika dibandingkan dengan tekanan intraokular pada indeks masa tubuh normal (16,29 ± 2,47 dan 15,80 ± 2,24 mmHg) baik pada mata kanan dan kiri. Setelah dianalisis menggunakan menggunakan Statistical Product and Service Solution (SPSS) 16.00 for Windows didapatkan nilai p = 0,113 pada mata kanan dan p = 0,125 pada mata kiri. Simpulan: Tidak terdapat perbedaan tekanan intraokular yang signifikan antara indeks masa tubuh normal dan lebih pada siswa sekolah dasar. Kata Kunci: Tekanan intraokular, indeks masa tubuh

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Fakultas Kedokteran > Pendidikan Kedokteran
    Depositing User: Aren Dwipa
    Date Deposited: 12 Feb 2019 14:21
    Last Modified: 12 Feb 2019 14:21
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/43226

    Actions (login required)

    View Item