PENGARUH PENAMBAHAN BIOMASA Tithonia diversifolia DAN BAKTERI ASAM LAKTAT TERHADAP KETERSEDIAAN DAN SERAPAN FOSFOR TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merril) PADA TANAH ULTISOL

Okvitasari, Anysa (2008) PENGARUH PENAMBAHAN BIOMASA Tithonia diversifolia DAN BAKTERI ASAM LAKTAT TERHADAP KETERSEDIAAN DAN SERAPAN FOSFOR TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merril) PADA TANAH ULTISOL. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (287Kb)

    Abstract

    Budidaya kedelai pada lahan kering di Indonesia menempati areal seluas 27 % dari total areal pertanaman kedelai yang sebagian besar berupa tanah Ultisol. Namun budidaya kedelai pada tanah Ultisol menghadapi berbagai kendala seperti rendahnya tingkat kesuburan dan pH serta tingginya daya fiksasi terhadap P dan kejenuhan Al. Rendahnya ketersediaan P pada tanah Ultisol disebabkan karena tanah Ultisol terbentuk dari bahan induk batuan liat (Munir, 1996), siklus masukan P yang tidak seimbang dengan pemanfaatannya, terjadi jerapan P oleh mineral liat, serta pengikatan P oleh hidro-oksida Al, Fe yang mengakibatkan P tidak larut, sehingga menjadi tidak tersedia bagi tanaman. Oleh karena itu produktivitas kedelai pada tanah Ultisol umumnya rendah (sekitar 0.70 t/ha) (Kuntyastuti, 2000). Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan ketersediaan P dan produktivitas kedelai pada tanah Ultisol adalah dengan menambahkan bahan organik. Dekomposisi bahan organik menghasilkan asam-asam organik yang dapat mengikat ion Al dan Fe dari larutan tanah dan membentuk senyawa kompleks yang sukar larut, sehingga P tersedia meningkat. Tithonia diversifolia merupakan salah satu sumber bahan organik, karena jumlahnya yang cukup banyak. Hasil penelitian Supriyadi (2002) menunjukkan bahwa Tithonia diversifolia mampu menghasilkan biomasa dalam jumlah besar (275 ton bahan hijauan atau setara 55 ton berat kering per hektar), nisbah C/P kurang dari 200, daun-daun kering Tithonia mempunyai kandungan : N (3,5%), P (0,32%), K (3,1%), polifenol larut (2,9%), lignin (9,8 %) cepat tumbuh bila dipangkas, serta menurunkan jerapan P oleh Al-Fe oksida dalam tanah. Proses perombakan Tithonia memerlukan waktu sekitar 2-16 minggu sehingga perlu upaya untuk mempercepat dekomposisi Tithonia dengan cara menambahkan bakteri asam laktat. Bakteri ini menghasilkan asam laktat yang dapat meningkatkan percepatan perombakan bahan-bahan organik, menghancurkan bahan-bahan organik seperti lignin, selulosa, serta memfermentasikan tanpa menimbulkan pengaruh yang merugikan yang diakibatkan dari bahan-bahan organik yang tidak terurai. Berdasarkan uraian di atas maka perlu dilakukan penelitian mengenai penambahan biomasa Tithonia dan bakteri asam laktat terhadap ketersediaan P pada tanah Ultisol dan serapan P dengan menggunakan tanaman kedelai (Glycine max. (L) Merril) sebagai indikator.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Fakultas Pertanian
    Depositing User: Ferdintania Wendi
    Date Deposited: 25 Jul 2013 16:02
    Last Modified: 25 Jul 2013 16:02
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/4321

    Actions (login required)

    View Item