PENGARUH VARIASI KUAT ARUS TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN KEKERASAN PADA PROSES PENGELASAN BAJA KARBON RENDAH DENGAN METODE SMAW WET UNDERWATER WELDING

K, BASKORO ADI (2019) PENGARUH VARIASI KUAT ARUS TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN KEKERASAN PADA PROSES PENGELASAN BAJA KARBON RENDAH DENGAN METODE SMAW WET UNDERWATER WELDING. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (497Kb)

    Abstract

    Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menemukan variasi kuat arus pengelasan yang dapat menghasilkan tingkat kekerasan dan stuktur mikro terbaik pada baja karbon rendah, melalui proses pengelasan Shield Metal Arc Welding Wet Underwater Welding (SMAW wet underwater welding). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan material paduan baja karbon rendah. Bahan tersebut akan dilas dengan variasi kuat arus 60A, 90A dan 120A menggunakan metode pengelasan SMAW Wet Underwater Welding. Pada penelitian ini menggunakan kampuh V dengan sudut 60O, mesin vickers digunakan untuk pengujian kekerasan, sedangkan untuk uji struktur mikro menggunakan mikroskop Olympus PME (Metallurgical Microcope with Inverted). Pengujian komposisi kimia pada spesimen dilakukan dengan menggunakan spesimen spektrum komposisi kimia Optical Emission Spectrometer. Pada daerah HAZ struktur mikro ferit acicular (AF), yang paling dominan spesimen dengan kuat arus 90A, begitu pula pada daerah las struktur mikro ferrite with aligned second phase (FSP) paling dominan pada spesimen dengan kuat arus 90A. Terdapat pengaruh kuat arus terhadap tingkat kekerasan hasil pengelasan paduan baja karbon rendah dengan kuat arus 60A, 90A dan 120A. Spesimen dengan variasi kuat arus 90A pada bagian HAZ memiliki tingkat rata-rata kekerasan lebih tinggi yaitu 244 VHN jika dibandingkan dengan variasi kuat arus 60A dan 120A. Nilai kekerasan pada daerah HAZ paling tinggi jika dibandingkan dengan daerah las dan logam induk. Hal ini didukung pada uji struktur mikro bahwa daerah HAZ mengandung kadar ferit acicular (AF) yang dominan jika dibandingkan dengan daerah lainnya. Sedangkan daerah logam las memiliki kadar ferrite with aligned second phase (FSP) yang dominan jika dibandingkan dengan daerah lainnya.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Teknik Mesin
    Depositing User: Ferina Umu Salamah
    Date Deposited: 23 Jan 2019 15:51
    Last Modified: 23 Jan 2019 15:51
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/43175

    Actions (login required)

    View Item