PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN IPA SMP BERBASIS CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA

KURNIASARI, HERDIYAN (2018) PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN IPA SMP BERBASIS CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (160Kb)

    Abstract

    Herdiyan Kurniasari. 2018. Pengembangan Modul Pembelajaran IPA SMP Berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) untuk Meningkatkan Kreativitas dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa. Tesis. Pembimbing: Sukarmin, S.Pd., M.Si., Ph.D., Kopembimbing: Dr. Sarwanto, S.Pd., M.Si. Program Studi Magister Pendidikan Sains, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret Surakarta. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menganalisis karakteristik modul pembelajaran IPA SMP berbasis CTL untuk meningkatkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis siswa, 2) menganalisis kelayakan modul pembelajaran IPA SMP berbasis CTL untuk meningkatkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis siswa, 3) menggunakan modul pembelajaran IPA SMP berbasis CTL dalam meningkatkan kreativitas siswa. 4) menggunakan modul pembelajaran IPA SMP berbasis CTL dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Pengembangan modul pembelajaran IPA berbasis CTL merupakan penelitian Research and Development (R&D) dengan mengunakan Model 4-D yang dikemukakan oleh Thiagarajan yang terdiri dari 4 tahap yaitu: tahap pendefinisian (define), tahap perencanaan (design), tahap pengembangan (develop), tahap penyebaran (disseminate). Modul divalidasi oleh 3 validator ahli (ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa), 2 reviewer dan 1 peer reviewer. Pada tahap pengembangan validasi oleh ahli materi, ahli media, ahli bahasa dan peer reviewer dianalisis dengan menggunakan model validasi yang merujuk pada Eko Putro Widyoko (2009), sedangkan hasil validasi oleh reviewer dianalisis dengan model Gregory. Kelayakan media ditentukan dengan menentukan cut off score (skor batas bawah). Kreativitas siswa diukur menggunakan angket tertutup dan observasi, dianalisis dan dihitung dengan N-Gain ternormalisasi. Data kemampuan berpikir kritis dianalisis dan dihitung dengan N-Gain ternormalisasi, dan tahap disseminate menggunakan analisis data deskriptif. Hasil penelitian ini adalah: (1) karakteristik modul pembelajaran IPA SMP yang dikembangkan memuat tahapan berbasis CTL berupa sepuluh komponen utama pembelajaran CTL pada setiap kegiatan belajar yang disertai dengan komponen indikator kreativitas dan kemampuan berpikir kritis siswa; (2) modul dikategorikan layak berdasarkan ahli materi, ahli media, ahli bahasa, guru IPA SMP, dan teman sejawat dengan persentase keidealan sebesar 88,28%. Serta didukung dengan hasil rata-rata respon siswa sebesar 77,25% dan hasil disseminate yang mengkategorikan modul baik; (3) efektifitas peningkatan kreativitas siswa setelah menggunakan modul pembelajaran IPA SMP berbasis CTL memiliki kriteria tinggi dengan dengan N-Gain sebesar 0,72; (4) efektifitas peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa setelah menggunakan modul pembelajaran IPA SMP berbasis CTL memiliki kriteria sedang dengan dengan N-Gain sebesar 0,63 Kata kunci: modul IPA SMP, CTL, kreativitas, kemampuan berpikir kritis.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Divisions: Pascasarjana
    Pascasarjana > Magister
    Pascasarjana > Magister > Pendidikan Sains
    Depositing User: Fransiska Meilani f
    Date Deposited: 20 Dec 2018 10:37
    Last Modified: 20 Dec 2018 10:37
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/42924

    Actions (login required)

    View Item