MANAJEMEN PENGGEMUKAN SAPI POTONG DI CV. SUMBER BAJA PERKASA KABUPATEN KLATEN

Didy, Alfianus Dangga (2009) MANAJEMEN PENGGEMUKAN SAPI POTONG DI CV. SUMBER BAJA PERKASA KABUPATEN KLATEN. Other thesis, Universitas Negeri Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (476Kb)

    Abstract

    Tantangan bagi bangsa Indonesia dimasa depan begitu berat. Aspek pembangunan tidak hanya bertitik berat pada bidang pertanian saja. Sebenarnya yang kita bangun adalah bangsa. Akan tetapi karena sebagian besar penduduk berada disekitar pertanian maka pertanian menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan kualitas kehidupan bangsa. Indonesia sebagai negara agraris, yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Ironis sekali jika ternyata tak kurang dari 2 juta ton beras diimpor dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan pangan Indonesia setiap tahunnya. (Catatan mantan menteri Siswono Yudo Husodo pada tahun 2004). Demikian juga gula, gandum, kedelai dan komoditi pertanian lainnya. Hasil peternakan seperti susu, telur dan daging pun masih diimpor dari luar negeri. Nilai impor komoditas tersebut semakin bertambah dari tahun ke tahun. Peningkatan permintaan daging sapi berarti merupakan prospek yang cerah untuk usaha peternakan dimasamasa yang akan datang. Feeding, breeding dan manajemen yang baik adalah faktor kunci utama demi kemajuan industri peternakan, dan faktor pakan yang memegang peranan paling penting, disamping genetik. Oleh karena itu bibit sapi yang baik harus diimbangi dengan pemberian pakan yang baik pula dan cukup memenuhi syarat. Kualitas sumber daya manusia bangsa Indonesia juga bisa dikatakan masih rendah. Salah satu faktor yang diduga kuat menjadi penyebab rendahnya tingkat kecerdasan bangsa ini adalah kurangnya konsumsi protein hewani. Di dalam protein hewani terdapat asamasam amino esensial yang berperan penting dalam perkembangan kecerdasan seseorang. Keberadaannya juga tidak dapat digantikan oleh zatzat lainnya. Propinsi Jawa Tengah dikenal sebagai salah satu propinsi penghasil ternak, khususnya ternak pedaging. Hal ini dicerminkan dari banyaknya peternakan penghasil daging, terutama ternak sapi potong di daerah Jawa Tengah, sedangkan populasi ternak sapi potong di Indonesia pada tahun 2005 mencapai 12.714.000 ekor (Direktorat Jendral Peternakan 2005) Pada umumnya penggemukan sapi potong masih dilakukan secara tradisional dengan produksi relatif masih rendah. Oleh karena itu maka upaya peningkatan populasi dan produktivitas sapi potong senantiasa dilakukan. Salah satunya adalah ditempuh dengan penggalakan usaha penggemukan sapi potong dengan menejemen yang baik. Untuk mengetahui lebih dalam tentang manajemen penggemukan sapi potong dalam usaha feedlot, maka kegiatan magang perusahaan dengan judul Manajemen Penggemukan Sapi Potong pada CV. Sumber Baja Perkasa dukuh Sentono RT 35 RW 14 desa Ngawonggo, kecamatan Ceper, kabupaten Klaten, dilaksanakan sebagai syarat untuk menyusun Tugas Akhir

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: Q Science > QL Zoology
    Divisions: Fakultas Pertanian > D3 - Agribisnis
    Depositing User: Chrisstar Dini S
    Date Deposited: 15 Jul 2013 09:03
    Last Modified: 15 Jul 2013 09:03
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/4290

    Actions (login required)

    View Item