KOMUNIKASI CITY BRANDING KABUPATEN BOYOLALI (Studi Deskriptif Kualitatif Komunikasi City Branding Kabupaten Boyolali “ Boyolali Smart City” dalam Program Pelayanan E-Government di Kabupaten Boyolali Tahun 2016-2018)

PUSPITASARI, RENSY (2018) KOMUNIKASI CITY BRANDING KABUPATEN BOYOLALI (Studi Deskriptif Kualitatif Komunikasi City Branding Kabupaten Boyolali “ Boyolali Smart City” dalam Program Pelayanan E-Government di Kabupaten Boyolali Tahun 2016-2018). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1078Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Rensy Puspitasari, D1216051, KOMUNIKASI CITY BRANDING KABUPATEN BOYOLALI (Studi Deskriptif Kualitatif Komunikasi City Branding Kabupaten Boyolali “Boyolali Smart City” dalam Program Pelayanan E-Government di Kabupaten Boyolali) Pemerintah Kabupaten Boyolali merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang sedang melakukan pembangunan dengan membangun “Boyolali smart city” sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Boyolali tahun 2016-2021, sesuai dengan menetapkan visi oleh Bupati Boyolali “Membangun Boyolali Yang lebih Maju dan Berteknologi”. Pembangunan diarahkan untuk terwujudnya kabupaten dan masyarakat yang cerdas, dan inovatif, dengan tetap menjujung tinggi produk unggulan dari kabupaten Boyolali. Terciptanya pelayanan yang terintergritas dan keterbukaan publik, diharapkan dapat membuat masyarakat Boyolali merasa nyaman dan aman untuk tinggal di wilayah Boyolali. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana komunikasi city branding Boyolali smart city dalam program pelayanan E-Government di kabupaten Boyolali. City Branding merupakan salah satu konsep pemasaran kota maupun kabupaten sebagai sebuah produk. Terkait branding kabupaten Boyolali sebagai kabupaten cerdas,Diskominfo pemerintah kabupaten Boyolali dalam melalukan pemasaran melalui aktivitas komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana komunikasi branding yang dilakukan berdasar teori Mikhail Kavaratzis(dalam Yananda dan Salamah, 2014). Teori ini menggambarkan bagaimana brand berkomunikasi melalui pilihan dan perlakuan yang sesuai, fungsional maupun bermakna simbolik. Aktivitas komunikasi tersebut, terdiri dari komunikasi primer, komunikasi sekunder, dan komunikasi tersier. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam sebagai sumber data utama. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu informan yang berasal dari Diskominfo terkait dengan Bidang Penyelenggaraan E-Gov dan Bidang Informasi dan Komunikasi Publik. Teknik purposive sampling digunakan karena mengambil sampel berdasarkan kriteria yang telah dibuat sehingga sampel yang dipilih mampu memberikan informasi sesuai dengan maksud penelitian. Kesimpulan dari penelitian diatas adalah Diskominfo terkait dengan Bidang Penyelenggaraan E-Gov dan Bidang informasi dan Komunikasi publik sudah melakukan aktifitas komunikasi untuk menunjang kegiatan city branding Kabupateng Boyolali sebagai “Boyolali Smart City”. Dibutuhkan kerjasama dari seluruh pihak, meskipun memiliki perbedaan tanggung jawab namun kerjasama diantara kedua belah pihak berjalan baik dalam aktivitas branding, tidak berhenti pada nama branding saja, dari kedua belah pihak juga memberikan realisasi nyata untuk mewujudkan kabupaten Boyolali sebagai Boyolali smart city. Kata Kunci : City Branding, Smart Ciy ABSTRACT

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Politik
    Fakultas Ilmu Sosial dan Politik > Ilmu Komunikasi
    Depositing User: Aren Dwipa
    Date Deposited: 15 Dec 2018 00:25
    Last Modified: 15 Dec 2018 00:25
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/42729

    Actions (login required)

    View Item