KETIDAKSANTUNAN PRAKTISI HUKUM TERHADAP SAKSI AHLI DALAM SIDANG JESSICA KUMALA WONGSO

KHARISMA, ASMAUL (2018) KETIDAKSANTUNAN PRAKTISI HUKUM TERHADAP SAKSI AHLI DALAM SIDANG JESSICA KUMALA WONGSO. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (83Kb)

    Abstract

    Asmaul Kharisma. C0214010. 2018. Ketidaksantunan Praktisi Hukum terhadap Saksi Ahli dalam Sidang Jessica Kumala Wongso. Skripsi: Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret Surakarta. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana strategi ketidaksantunan praktisi hukum terhadap saksi ahli dalam Sidang Jessica Kumala Wongso?, dan (2) Bagaimana fungsi ketidaksantunan praktisi hukum terhadap saksi ahli dalam Sidang Jessica Kumala Wongso? Tujuan penelitian ini mencakup dua hal, yakni: (1) Mendeskripsikan strategi ketidaksantunan praktisi hukum terhadap saksi ahli dalam Sidang Jessica Kumala Wongso, dan (2) Mendeskripsikan fungsi ketidaksantunan praktisi hukum terhadap saksi ahli dalam Sidang Jessica Kumala Wongso. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif bersifat deskriptif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan pragmatik. Adapun data dalam penelitian ini adalah tuturan yang di dalamnya mengandung strategi dan fungsi ketidaksantunan dalam Sidang Jessica Kumala Wongso. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak dan teknik catat. Metode analisis data pada penelitian ini menggunakan metode analisis kontekstual, tujuan (means end), dan heuristik. Metode penyajian analisis dalam penelitian ini menggunakan teknik penyajian informal. Simpulan yang bisa diambil dari penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, terdapat empat strategi ketidaksantunan yang diterapkan dalam Sidang Jessica Kumala Wongso, yaitu strategi ketidaksantunan secara langsung (bald on record impoliteness), strategi ketidaksantunan positif, strategi ketidaksantunan negatif, dan strategi sarkasme atau kesantunan semu. Strategi ketidaksantunan positif meliputi tiga substrategi, yaitu tidak bersimpati (unsympathetic), mencari ketidaksetujuan (seek disagreement), dan penggunaan identitas yang tidak tepat (use inappropriate identity markers). Strategi ketidaksantunan negatif meliputi delapan substrategi, yaitu menuduh, meragukan, mengancam, memaksa, menakut-nakuti, mengejek, memandang rendah, dan mengambil tempat orang lain. Kedua, terdapat dua fungsi ketidaksantunan, yaitu ketidaksantunan yang berfungsi untuk afektif dan ketidaksantunan yang berfungsi untuk memaksa. Kata kunci: ketidaksantunan, strategi, fungsi

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics
    Divisions: Fakultas Sastra dan Seni Rupa
    Fakultas Sastra dan Seni Rupa > Sastra Indonesia
    Depositing User: Aren Dwipa
    Date Deposited: 14 Dec 2018 22:51
    Last Modified: 14 Dec 2018 22:51
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/42688

    Actions (login required)

    View Item