PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBERRED HEADS TOGETHER (NHT) DENGAN PENDEKATAN PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS XI AKUNTANSI 1 SMK MA’ARIF TUNJUNGAN BLORA TAHUN AJARAN 2017/2018

M, ALIFIANDY DHANU (2018) PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBERRED HEADS TOGETHER (NHT) DENGAN PENDEKATAN PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS XI AKUNTANSI 1 SMK MA’ARIF TUNJUNGAN BLORA TAHUN AJARAN 2017/2018. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (713Kb)

    Abstract

    Alifiandy Dhanu Murti. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBERRED HEADS TOGETHER (NHT) DENGAN PENDEKATAN PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS XI AKUNTANSI 1 SMK MA’ARIF TUNJUNGAN BLORA TAHUN AJARAN 2017/2018”. Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Juli 2018. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran dengan model pembelajaran Numberred Heads Together (NHT) dengan pendekatan problem solving yang dapat meningkatkan kemandirian belajar dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas XI Akuntansi 1 SMK Ma’arif Tunjungan Blora dan mengetahui peningkatan kemandirian belajar dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa setelah mengikuti pembelajaran matematika dengan model pembelajaran Numberred Heads Together (NHT) dengan pendekatan problem solving. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Subyek penelitian terdiri dari 23 siswa kelas XI Akuntansi 1 di SMK Ma’arif Tunjungan Blora tahun akademik 2017/2018. Sumber data berasal dari guru dan siswa, dimana data kemandirian belajar dan data pelaksanaan pembelajaran diperoleh melalui observasi sedangkan data kemampuan pemecahan masalah diperoleh dari hasil tes akhir siklus. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Validitas data menggunakan triangulasi penyidik. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, dengan masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa langkah-langkah model pembelajaran Numberred Heads Together (NHT) dengan pendekatan problem solving yang dapat meningkatkan kemandirian belajar dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa adalah : 1 ) Kegiatan Pendahuluan: Pada kegiatan ini, guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari sebelumnya, lalu guru menginformasikan materi yang akan dipelajari dan memberikan motivasi akan pentingnya materi yang akan dipelajari. Setelah itu, guru menjelaskan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu Numberred Heads Together (NHT). 2) Kegiatan Inti: Pada kegiatan ini, guru menjelaskan garis besar materi pelajaran. Setelah itu guru membagi siswa dalam kelompok dan memberi penomoran. Kemudian guru membagikan LKS untuk didiskusikan, dan guru membimbing jalanya diskusi. Setelah semua kelompok selesai, guru menunjuk satu nomor yang digunakan siswa untuk maju menyampaikan hasil diskusinya, dan meminta kelompok lain menanggapi dan menyampaikan pertanyaan. 3) Penutup: guru bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan mengungkapkan kesulitan. Sebelum pembelajaran ditutup, guru menyampaikan materi pelajaran pada pertemuan berikutnya. Hasil observasi kemandirian belajar yang telah dilakukan berupa persentase untuk masing-masing aktivitas yang diamati adalah: 1) aspek tidak bergantung pada orang lain mengalami peningkatan dari 56,52% pada prasiklus menjadi 69,55% pada siklus I dan menjadi 78,97% pada siklus II, 2) aspek percaya diri mengalami peningkatan dari 24,99% pada prasiklus menjadi 48,36% pada siklus I dan menjadi 64,66% pada siklus II, 3) aspek tanggung jawab mengalami peningkatan dari 31,87% pada prasiklus menjadi 69,55% pada siklus I dan menjadi 78,97% pada siklus II, dan 4) aspek mempunyai inisiatif mengalami peningkatan dari 28,25% pada prasiklus menjadi 56,51% pada siklus I dan menjadi 74,99% pada siklus II. Sedangkan kemampuan pemecahan masalah matematika untuk siswa yang mencapai skor 10 mengalami peningkatan dari 0% pada prasiklus menjadi 17,39% pada siklus I dan menjadi 30,43% pada siklus II.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Q Science > QA Mathematics
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Matematika
    Depositing User: Aren Dwipa
    Date Deposited: 14 Dec 2018 22:30
    Last Modified: 14 Dec 2018 22:30
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/42679

    Actions (login required)

    View Item