EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING (GUIDED DISCOVERY LEARNING) DENGAN STRATEGI PETA KONSEP TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA PADA MATERI ATURAN SINUS DAN KOSINUS DITINJAU DARI KREATIVITAS BELAJAR SISWA KELAS X IPA SMA NEGERI 1 MOJOLABAN TAHUN AJARAN 2016 / 2017

N, ROMADHON PRASETYO (2018) EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING (GUIDED DISCOVERY LEARNING) DENGAN STRATEGI PETA KONSEP TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA PADA MATERI ATURAN SINUS DAN KOSINUS DITINJAU DARI KREATIVITAS BELAJAR SISWA KELAS X IPA SMA NEGERI 1 MOJOLABAN TAHUN AJARAN 2016 / 2017. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (208Kb)

    Abstract

    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) model pembelajaran yang menghasilkan kemampuan pemecahan masalah siswa yang lebih baik antara pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran penemuan terbimbing dengan strategi peta konsep, model pembelajaran penemuan terbimbing, dan model pembelajaran langsung pada materi aturan sinus dan kosinus, (2) tingkat kreativitas belajar yang menghasilkan kemampuan pemecahan masalah lebih baik antara siswa dengan kreativitas belajar tinggi, sedang dan rendah dalam pembelajaran pada materi aturan sinus dan kosinus, (3) pada masing-masing kategori model pembelajaran, tingkat kreativitas belajar yang menghasilkan kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik antara siswa dengan kreativitas belajar tinggi, sedang dan rendah, (4) pada masing-masing kategori kreativitas belajar, model pembelajaran yang menghasilkan kemampuan pemecahan masalah lebih baik antara siswa dengan model pembelajaran penemuan terbimbing dengan strategi peta konsep, dengan model pembelajaran penemuan terbimbing dan dengan model pembelajaran konvensional pada materi aturan sinus dan kosinus. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimental semu dengan desain faktorial 3×3. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X IPA SMA Negeri 1 Mojolaban tahun pelajaran 2016/2017 yang terdiri dari 178 siswa yang terbagi kedalam 5 kelas. Sampel yang digunakan yaitu 3 kelas dengan jumlah total siswa ketiga kelas tersebut adalah 107 siswa. Pengambilan sampel dilakukan secara cluster random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi untuk mengumpulkan data yang berupa data nilai Ulangan Tengah Semester II, metode angket untuk data kreativitas belajar siswa dan metode tes untuk data kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada materi aturan sinus dan kosinus. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama, kemudian dilanjutkan dengan uji lanjut pasca anava yaitu uji komparasi ganda dengan metode Scheffe dengan taraf signifikansi 0,05. Untuk persyaratan analisis, yaitu populasi berdistribusi normal menggunakan uji Liliefors dan populasi mempunyai variansi yang sama (homogen) menggunakan metode Bartlett. Berdasarkan hasil analisis pada penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa (1) model pembelajaran penemuan terbimbing memberikan kemampuan pemecahan masalah lebih baik dari pada model pembelajaran penemuan terbimbing dengan strategi peta konsep dan model pembelajaran langsung pada materi aturan sinus dan kosinus. Model pembelajaran penemuan terbimbing dengan strategi peta konsep dan model pembelajaran langsung memberikan kemampuan pemecahan masalah yang sama baiknya pada materi aturan sinus dan kosinus, (2) siswa dengan kreativitas belajar tinggi, sedang dan rendah memberikan kemampuan pemecahan masalah yang sama baiknya pada materi aturan sinus dan kosinus, (3) pada masing-masing kategori model pembelajaran (penemuan terbimbing dengan strategi peta konsep, penemuan terbimbing dan pembelajaran langsung), ketiga kategori kreativitas belajar yaitu tinggi, sedang dan rendah memberikan kemampuan pemecahan masalah yang sama baik pada materi aturan sinus dan kosinus, (4) pada masing-masing kategori kreativitas belajar (tinggi, sedang dan rendah), model pembelajaran penemuan terbimbing memberikan kemampuan pemecahan masalah lebih baik daripada model pembelajaran penemuan terbimbing dengan strategi peta konsep dan model pembelajaran langsung, serta model pembelajaran penemuan tebimbing dengan strategi peta konsep dan model pembelajaran langsung memberikan kemampuan pemecahan masalah yang sama baik pada materi aturan sinus dan kosinus. Kata kunci : penemuan terbimbing), peta konsep, kreativitas, pemecahan masalah, aturan sinus dan kosinus

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Q Science > QA Mathematics
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Matematika
    Depositing User: Aren Dwipa
    Date Deposited: 14 Dec 2018 18:56
    Last Modified: 14 Dec 2018 18:56
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/42661

    Actions (login required)

    View Item