Formulasi Insektisida Nabati dari Ekstrak Tembakau, Serai, dan Bawang Putih

A, INDAH MUTIARA (2018) Formulasi Insektisida Nabati dari Ekstrak Tembakau, Serai, dan Bawang Putih. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (66Kb)

    Abstract

    Indah Mutiara Ardianti, Winda Kumala Devi. 2018. Laporan Tugas Akhir “Formulasi Insektisida Nabati dari Ekstrak Tembakau, Serai, dan Bawang Putih” Program Studi Diploma III Teknik Kimia, Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Banyak insektisida sintetik yang beredar di pasaran telah digunakan untuk membunuh larva atau nyamuk dewasa, namun senyawa kimia didalamnya dapat menimbulkan resistensi nyamuk terhadap insektsida sintetik akibat penggunaan yang salah serta menimbulkan residu karena insektisida kimia bersifat undegradable. Sudah saatnya bagi masyarakat untuk beralih ke insektisida nabati karena lebih aman digunakan dalam jangka panjang sebab tanpa ada efek negatif dan yang paling penting insektisida nabati bersifat degradable. Negara Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki berbagai jenis tumbuhan yang belum banyak dimanfaatkan, seperti tanaman tembakau, serai, serta bawang putih yang dapat digunakan sebagai bahan insektisida nabati ataupun sebagai penolak nyamuk. Kandungan alkaloid nikotin yang terdapat di daun tembakau dapat digunakan sebagai insektisida. Minyak serai wangi atau minyak sitronela dapat digunakan sebagai pengusir serangga, termasuk nyamuk. Aroma allisin yang tajam (aroma khas bawang putih) tidak disukai serangga (bersifat repellant), karena akan mengacaukan sistem komunikasi serangga. Tujuan pembuatan tugas akhir ini yaitu memperoleh formulasi insektisida nabati yang efektif untuk mengusir nyamuk Cullex sp dari kombinasi ekstrak tembakau, bawang putih, dan serai dengan menggunakan metode elektrik cair. Proses pembuatan ekstrak dilakukan dengan cara mencampur tembakau, serai, dan bawang putih ke dalam 150 gram aquades. Kemudian ekstraksi dengan cara dipanaskan dengan suhu 45-50oC selama 20 menit disertai pengadukan. Hasil ekstrak kemudian ditambahkan propylene glycole 4% sebagai pengawet dan diaduk selama 5 menit. Ekstrak dibuat dengan berbagai konsentrasi. Ekstrak yang telah didapatkan selanjutnya akan diuji efektivitasnya terdapat nyamuk Cullex sp dengan menggunakan metode glass chamber serta diuji kandungan fitokimianya yaitu uji flavonoid dan uji nikotin. Hasil formulasi insektisida nabati yang memiliki efektivitas tertinggi adalah F1 dengan komposisi 4,5 gram tembakau, 75 gram serai, dan 1,5 gram bawang putih yang memiliki persentase kematian nyamuk Cullex sp tertinggi sebesar 45%. Hasil analisa uji nikotin menunjukkan bahwa insektisida nabati ini aman digunakan karena memiliki kadar nikotin sangat sedikit yaitu kurang dari 0,12%. Biaya yang dikeluarkan untuk modal pendirian usaha sebesar Rp 11.751.000 dan biaya produksi sebesar Rp 127.681,18 dengan rincian direct manufacturing cost sebesar Rp 124.611,74 dan fixed manufacturing cost sebesar Rp 3.069,44. Keuntungan sebelum pajak yang didapat sebesar Rp 1.446.376,31/bulan dan keuntungan setelah pajak sebesar Rp 1.301.738,68/bulan.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: Q Science > QD Chemistry
    Divisions: Fakultas Teknik
    Fakultas Teknik > D3 - Teknik Kimia
    Depositing User: Fransiska Meilani f
    Date Deposited: 14 Dec 2018 14:21
    Last Modified: 14 Dec 2018 14:21
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/42613

    Actions (login required)

    View Item