Frontierisme Pemanfaatan Pasar Tradisional Sebagai Arena Kreatif di Kota Surakarta

N, ANDARI WULAN (2018) Frontierisme Pemanfaatan Pasar Tradisional Sebagai Arena Kreatif di Kota Surakarta. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (188Kb)

    Abstract

    FRONTIERISME PEMANFAATAN PASAR TRADISIONAL SEBAGAI ARENA KREATIF DI KOTA SURAKARTA. Andari Wulan Nugrahani. K8412005. Skripsi. Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Maret 2018. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses masuknya frontierisme ke dalam pasar tradisional di kota Surakarta. Dan, bagaimana peran aktor dominan di dalam arena kreatif. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode pendekatan fenomenologi. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Juni-Juli tahun 2017. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder, yang diperoleh melalui metode pengumpulan data berupa wawancara tidak terstruktur dan observasi tidak terlibat. Pengambilan informan menggunakan teknik purposive sampling. Informan merupakan pengelola arena kreatif, pengunjung arena kreatif, seniman yang terlibat di dalam arena kreatif, dan pedagang yang menempati arena kreatif, serta pengunjung arena kreatif. Proses validitas data melalui trianggulasi sumber dan trianggulasi metode. Analisis data diawali dengan pengelompokan data, selanjutnya diinterprestasikan sehingga diperoleh kesimpulan. Prosedur penelitian yang dilakukan melalui empat tahap yaitu, tahap persiapan, tahap pengumpulan data, tahap analisis data, dan tahap penulisan laporan penelitian. Analisis data menggunakan konsep frontierisme. Temuan data di lapangan menunjukan masuknya frontier ke dalam pasar tradisional yang berlokasi di Pasar Pucangsawit dan Pasar Kembang, merubah pasar tradisional tersebut menjadi arena kreatif. Arena kreatif tersebut dikenal sebagai Cangwit Creative Space dan Pakem Co-working Space Solo. Proses masuknya frontier ke dalam pasar tradisional dikendalikan oleh aktor dominan. Aktor dominan yang terlibat di arena kreatif memiliki peran yang berbeda. Peran masing-masing aktor dominan tersebut mendasari kepentingan mereka untuk ikut memanfaatkan arena kreatif. Konsep frontier dijelaskan oleh Lefevbre dalam konteks ruang sosial. Dalam konsep tersebut, keberadaan arena kreatif tidak terlepas dari kehadiran aktor dominan yang memiliki kepentingan berdasarkan peran mereka. Penataan ruang yang unik ini layak diapresiasi ditengah berkembangnya isu mengenai krisis arena kreatif yang diperuntukkan bagi komunitas kreatif dan anak muda di Kota Surakarta. Arena kreatif yang hadir di Kota Surakarta ini hanya bertahan dalam periode pertama mereka. Kemudian, dinyatakan vakum karena kurang menyiapkan langkah-langkah perawatan. Kata kunci : Pasar Tradisional, Frontierisme, Arena Kreatif, Aktor Dominan.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
    L Education > L Education (General)
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Sosiologi Antropologi
    Depositing User: Fransiska Meilani f
    Date Deposited: 14 Dec 2018 11:52
    Last Modified: 14 Dec 2018 11:52
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/42603

    Actions (login required)

    View Item