Keefektifan Teknik Restrukturisasi Kognitif Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Kelas XI Administrasi Perkantoran SMK N 1 Banyudono Boyolali

NINGRUM, DENIK SETYA (2018) Keefektifan Teknik Restrukturisasi Kognitif Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Kelas XI Administrasi Perkantoran SMK N 1 Banyudono Boyolali. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (147Kb)

    Abstract

    KEEFEKTIFAN TEKNIK RESTRUKTURISASI KOGNITIF UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK Denik Setya Ningrum, Siti Sutarmi Fadhilah, Rian Rokhmad Hidayat Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Sebelas Maret Surakarta Email: deniksetyaningrum@gmail.com Abstract: The purpose of the study was to determine the The Effectiveness of Cognitive Restructuring Technique as Guidance to Improve Motivation ofLearn XI Grade on Office Administration Student. This study was a quasi-experimental research (Quasi Experimental Design) to design Nonequivalent control group design that consist of the experimental group and the control group. Each research subjects of experimental group and a control group consist of 15 learners. The technique of collecting data using questionnaires. Data analysis using the Mann Whitney and Wilcoxon.The result analysis showed that Mann Whitney test was 0,000 at a significance of 0,05 meant that 0,000 < 0,05. So, there was a difference between the experimental group and control group after experimental group had already been given cognitive restructuring technique treatment. The test results were supported by the Wilcoxon test results obtained 0,001. At a significance level of 0,05 meant that 0,001 < 0,05. So, there was a difference between the pretest and posttest value of the experimental group.It can be concluded that this research is effective to Improve student Motivation ofLearn. The result is expected to become a parameter of counseling service to help the students in accordance with the cognitive restructuring and motivation of learn. Keywords: cognitive restructuring technique. motivation of learn, student Abstrak:Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Keefektifan Teknik Restrukturisasi Kognitif Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (Quasi Eksperimental Design) dengan rancangan Nonequivalent Control Group Design yang terdiri dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Subjek penelitian masing-masing kelompok eksperimen dan kelompok kontrol 15 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Analisis data menggunakan Mann Whitney dan Wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari Uji Mann Whitney adalah 0,000 dengan signifikansi 0,05 sehingga 0,000 < 0,05. Jadi, terdapat perbedaan antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol setelah kelompok eksperimen diberikan treatmen teknik restrukturisasi kognitif. Hasil uji tersebut didukung oleh Uji Wilcoxon yang diperoleh hasil 0,001. Pada taraf signifikansi 0,05 berarti 0,001 < 0,005. Jadi, terdapat perbedaan antara nilai pretest dengan nilai posttest kelompok eksperimen. Dengan adanya penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penelitian ini efektif untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Berdasarkan hasil tersebut, diharapkan menjadi acuan pelaksanaan layanan Bimbingan dan Konseling dalam membantu peserta didik berkaitan dengan teknik restrukturisasi kognitif. Kata kunci : teknik restrukturisasi kognitif, motivasi belajar, pesertadidik PENDAHULUAN Manusia adalah makhluk individu yang unik. Setiap individu memiliki karakter yang berbeda-beda, termasuk kemampuannya. Menurut pendapat Dobzhansky (dalam Lestari, 2014: 1) menyatakan, ”Setiap orang secara biologis dan genetis berbeda satu dengan yang lain, bahkan pada bayi kembar”, demikian pula dengan motivasi. Perbedaan kemampuan peserta didik dapat dilihat dari hasil belajar yang diperoleh. Motivasi belajar peserta didik merupakan salah satu hal yang dapat mempengaruhi hasil belajar.Seperti penelitian yang dilakukan oleh Aritonang (2008: 11) dengan judul minat dan motivasi dalam meningkatkan hasil belajar siswa, yang menyatakan bahwa minat dan motivasi belajar dapat mempengaruhi hasil belajar. Motivasi belajar berpengaruh pada pencapaian tujuan belajar, seperti yang diungkapkan oleh Suprijono (dalam Sumartono dan Normalina, 2015: 86) menyatakan bahwa, motivasi belajar berkaitan erat dengan tujuan belajar serta motivasi belajar juga memiliki fungsi sebagai pendorong peserta didik untuk menentukan arah pencapaian tujuan belajar, untuk berbuat, dan kemampuan dalam menyeleksi kegiatan pembelajaran. Berdasarkan pendapat tersebut, motivasi belajar sangat diperlukan bagi peserta didik, agar tujuan belajar dapat tercapai. Menurut hasil studi pendahuluan yang dilakukan dengan angket motivasi belajar pada tanggal 7 April 2017 di kelas XI Administrasi Perkantoran 1 dan Administrasi Perkantoran 2 SMK N 1 Banyudono Boyolali, diperoleh data sebanyak 55,5% atau 40 peserta didik memiliki motivasi belajar rendah. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan peserta didik kelas XI Administrasi Perkantoran mempunyai motivasi belajar yang rendah. Menurut informasi yang diperoleh dari guru bimbingan dan konseling SMK N 1 Banyudono Boyolali terdapat peserta didik yang mengindikasikan memiliki motivasi belajar rendah, ditandai dengan perilaku peserta didik yang mencontek saat ujian, kurang percaya dengan jawabannya, kurang aktif dalam proses pembelajaran dikelas, menunda mengerjakan tugas, malas membaca buku pelajaran, dan malas mendengarkan penjelasan guru. Hal tersebut dapat berpengaruh pada hasil belajar peserta didik. Penelitian yang dilakukan oleh Mapease (2009) yang berjudul pengaruh cara dan motivasi belajar terhadap hasil belajar programmable logic controller (PLC) siswa kelas III jurusan listrik SMK Negeri 5 Makassar, dengan hasil terdapat hubungan positif antara motivasi belajar dengan hasil belajar. Berdasarkan penelitian tersebut dapat diartikan bahwa apabila peserta didik memiliki motivasi belajar yang tinggi maka hasil belajar peserta didik juga akan tinggi. Sebaliknya, apabila motivasi belajar peserta didik rendah maka hasil belajar peserta didik juga akan rendah. Hamdu dan Agustina (2011: 81) menyatakan bahwa, motivasi merupakan salah satu hal yang berpengaruh pada kesuksesan pembelajaran peserta didik, tanpa motivasi proses pembelajaran akan sulit mencapai kesuksesan yang optimum. Individu yang memiliki motivasi belajar dapat mencapai tujuan belajar, karena untuk melakukan sesuatu individu perlu memiliki motivasi atau dorongan dalam diri untuk mewujudkan keinginan. Kegiatan yang dapat mendorong individu untuk mewujudkan keinginan dapat dilakukan dengan bimbingan kelompok melalui terapi kognitif perilaku.MenurutLahey (2009) danBinggeli (2010) terapi kognitif perilaku terdiri dari beberapa teknik yaitu exposure therapy (terapi ekspos), behavioral activation (aktivasi perilaku), social skill training (latihan keterampilan sosial), dan cognitive restructuring (restrukturisasi kognitif). Dari keempat teknik dalam terapi kognitif perilaku, cognitive restructuring (restrukturisasi kognitif) merupakan teknik yang tepat diterapkan untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Restrukturisasi kognitif berarti penyusunan kembali kognisi yang salahsuai atau menyimpang sehingga fokus utama dari teknik ini adalah pembenahan pada aspek kognitif individu yang maladaptif. Individu dengan tingkat motivasi belajar yang rendah pada umumnya cenderung memiliki keyakinan atau pola pikir negatif yang dapat merusak diri, misalnya melimpahkan kesalahan pada orang lain atas kegagalan yang diterima, merasa bahwa perilakunya tidak memberi pengaruh sehingga menjadi pasif, merasa tidak berdaya, merasa tidak memiliki kontrol terhadap hidupnya sehingga menjadikannya merasa cemas dan depresi. Oleh karena itu perlu dilakukan penggantian keyakinan atau pola pikir negatif tersebut dengan pola pikir baru yang lebih adaptif dan kontruktif sehingga individu dapat berperilaku secara positif yaitu dengan teknik restrukturisasi kognitif. Bimbingan kelompok dengan teknik restrukturisasi kognitif digunakan untuk memberikan bantuan kepada peserta didik melalui kegiatan kelompok yang dapat berguna untuk mencegah berkembangnya masalah-masalah yang dihadapi peserta didik, dengan adanya bimbingan kelompok dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik.Bimbingan kelompok digunakan dalam Teknik restrukturisasi kognitif karena dengan bimbingan kelompok dapat melatih peserta didik untuk berani mengemukakan pendapat dihadapan teman-teman, memberikan kemudahan pada peserta didik untuk berkomunikasi secara terbuka, mengatur dirinya sendiri, mengarahkan hidupnya, dan mengubah pola pikir yang irasional menjadi rasional. Teknik restrukturisasi kognitif digunakan untuk meningkatkan motivasi peserta didik karena teknik restrukturisasi kognitif merubah pola pikir peserta didik yang memiliki motivasi belajar rendah dari pola pikir irasional menjadi pola pikir rasional, sehingga peserta didik mendapat pemikiran baru tentang belajar, mempunyai kemauan untuk belajar dan mempunyai motivasi belajar yang tinggi. Dalam penelitian Anifah (2015), dipaparkan bahwa implementasi teknik restrukturisasikognitif dalam menangani konsep diri rendah sangat membantu klien yang mengalami masalah tersebut. Mengacu pada tujuan teknik restrukturisasikognitif adalah membantu klien belajar mengenal dan menghentikan pikiran-pikiran negatif/merusak diri dan mengganti pikiran tersebut dengan pikiran yang lebih positif maka teknik restrukturisasikognitif tersebut sangat berpengaruh dalam menangani masalah konsep diri rendah pada klien. METODE Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu. Dikatakan penelitian eksperimental semu karena peneliti tidak memungkinkan untuk mengendalikan semua variabel yang relevan. Langkah dalam penelitian ini adalah dengan melakukan pengaturan variabel-variabel ataupun selanjutnya variabel-variabel tersebut dikontrol untuk diperhatikan pengaruhnya terhadap sikap positif peserta didik sebagai variabel terikat. Desain yang digunakan dalam penelitian ini ialah Non Equivalent Control Group Design. Desain ini terdapat dua kelompok yaitu kelompok eksperimen yaitu kelompok yang diberi perlakuan dan kelompok kontrol yaitu kelompok yang tidak diberi perlakuan. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu peserta didik kelas XI Administrasi Perkantoran SMKN 1 BanyudonoBoyolali yang memiliki motivasi belajar rendah sebanyak 30 anak, kemudian dibagi menjadi 2 (dua) kelompok yaitu kelompok eksperimen sebanyak 15 anak dan kelompok kontrol sebanyak 15 anak. Pada penelitian ini teknik analisis data yang digunakan peneliti untuk mengolah data yaitu dengan menggunakan UjiMann- Whitneykarena subjek yang digunakan dalam penelitian ini kurang dari 30 dengan bantuan aplikasi SPSS 20.Peneliti dalam melakukan penelitian menggunakan data interval, maka dalam teknik analisis data, data interval yang digunakan diubah menjadi data ordinal. Analisis lain yang digunakan untuk mengetahui keefektifan teknik restrukturisasi kognitif untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas XI Administrasi Perkantoran SMK N 1 Banyudono yaitu dengan menggunakan analisis klinis. Analisis klinis merupakan analisis berdasarkan peristiwa yang ditentukan selama berlangsungnya proses pemberian treatment. Peneliti dapat mengamati gambaran perilaku subjek yang terjadi berkaitan dengan motivasi belajar subjek selama mengikuti kegiatan bimbingan kelompok dengan teknik restrukturisasi kognitif. HASIL 1. Deskripsi Data Pretest Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol Data pretest disebut juga data awal yang digunakan untuk mengetahui motivasi belajar peserta didik antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Berikut hasil data yang diperoleh dari pelaksanaan pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Tabel 4.1. Skor Pretest Motivasi Belajar Pada Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol Kelas Interval Kelompok Eksperimen Kelompok Kontrol Jumlah Peserta didik Presentase Jumlah Peserta didik Presentase 56 - 56,99 4 27% 5 33% 55 - 55,99 3 20% 3 20% 54 - 54,99 4 27% 3 20% 53 -53,99 2 13% 1 7% 52 - 52,99 2 13% 3 20% Jumlah 15 100% 15 100% Berdasarkan data pada Tabel 4.1. Skor Pretest Motivasi Belajar Pada Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol, maka dapat dilihat dalam bentuk grafik histogram pada Gambar 4.1. Gambar 4.1. Histogram Distribusi Data Pretest Motivasi Belajar Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol Sajian data pada Tabel 4.1.merupakan data pretest motivasi belajar peserta didik kelas XI Administrasi Perkantoranyang dengan menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pada skor kelompok eksperimen perolehan skor tertinggi 56dan skor terendah 52 dengan skor rata-rata sebesar 54,3. Selanjutnya pada skor kelompok kontrol perolehan skor tertinggi 56 dan skor terendah 52 dengan skor rata-rata 54,4. 2. Deskripsi Data Posttest Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol Data posttest atau data akhir yang diperoleh dari kelompok eksperimen yang telah diberi treatment berupa teknik restrukturisasi kognitifuntuk meningkatkan motivasi belajar di sekolah dan akhir diperoleh dari kelompok kontrol yang sebelumnya tidak diberi treatment. Data posttest tersebut diperoleh dari pengisian angket yang sama dengan angket yang digunakan untuk mendapatkan data awal. Berikut hasil data yang diperoleh dari pelaksanaan posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol: Tabel 4.2. Skor Posttest Motivasi Belajar pada Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol Kelas Interval Kelompok Eksperimen Kelompok Kontrol Jumlah Peserta didik Presentase Jumlah Peserta didik Presentase 59 – 61 6 40% 0 0% 56 – 58 7 47% 2 13% 53 – 55 2 13% 9 60% 50 – 52 0 0% 4 27% Jumlah 15 100% 15 100% Berdasarkan data pada Tabel 4.2.Skor Posttest Motivasi Belajar Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol, maka dapat dilihat dalam bentuk grafik histogram pada Gambar 4.2. Gambar 4.2.Histogram Distribusi Data Posstest Motivasi Belajar Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol Sajian data pada Tabel 4.2.merupakan data akhir motivasi belajar dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pada skor kelompok eksperimen yang telah diberikan treatment peroleh skor tertinggi 60 dan skor terendah 55 dengan skor rata-rata sebesar 58. Selanjutnya pada skor kelompok kontrol yang tidak dberikan treatment perolehan skor tertinggi 56 dan terendah 50 dengan skor rata-rata 53,3. Pengujian Hipotesis Pengujian hipotesis dilakukan untuk menguji diterima atau tidaknya pernyataan yang dikemukakan dalam perumusan hipotesis.Hipotesis dapat diterima apabila hasil analisis dari data yang telah dikumpulkan memiliki data yang signifikan, sehingga dapat membuktikan pernyataan di dalam hipotesis. Sebaliknya hipotesis akan ditolak apabila hasil analisis data tidak signifikan yang berarti tidak dapat membuktikan pernyataan di dalam analisis. Langkah-langkah yang dilakukan dalam pengujian hipotesis dalam penelitian ini meliputi: hasil analisis data dan interpretasi hasil uji hipotesis. Adapun penjabaran dari langkah-langkah dalam pengujian hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Hasil Analisis Data Data yang telah terkumpul disusun secara sistematis dalam data tabel kerja analisis data. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis uji beda dengan menggunakan teknik Mann-Whitney Test dan Wilcoxon Test. Analisis data dilakukan dengan menggunakan bantuan program SPSS20. Adapun hasil dari analisis data yang telah dilakukan dapat dilihat sebagai berikut: a. Uji Beda Hasil Pretest Skor Motivasi Belajar Peserta Didik antara Kelompok Eksperimen dengan Kelompok Kontrol. Berdasarkan hasil pretest motivasi belajar kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada Tabel 4.1.dilakukan uji beda dengan menggunakan teknik analisis Uji Mann-Whitney. Uji ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan skor pretest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sebelum dilakukan perlakuan. Adapun hasilnya adalah sebagai berikut: Tabel 4.3.Hasil Pretest Skor Motivasi Belajar Peserta Didik Antara Kelompok Eksperimen dengan Kelompok Kontrol. Test Statisticsa Skor Pre Test Mann-Whitney U 107.500 Wilcoxon W 227.500 Z -.213 Asymp. Sig. (2-tailed) .831 Exact Sig. [2*(1-tailed Sig.)] ,838b a. Grouping Variable: Kelompok b. Not corrected for ties. Berdasarkan Tabel 4.3. menunjukkan hasil uji diperoleh nilai Mann-Whitney Usebesar 107.500dan nilai uji Z sebesar -0,213 dengan signifikansi sebesar 0,831 0,05, maka Ho diterima Ha ditolak. Hal ini berarti tidak ada perbedaan motivasi belajar peserta didik di sekolah antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. b. Uji Beda Hasil Posttest Skor Motivasi Belajar Peserta Didik antara Kelompok Eksperimen dengan Kelompok Kontrol. Berdasarkan hasil posttest moti

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Bimbingan Konseling
    Depositing User: Aren Dwipa
    Date Deposited: 13 Dec 2018 20:50
    Last Modified: 13 Dec 2018 20:50
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/42561

    Actions (login required)

    View Item