Determinan Keterlambatan Diagnosis dan Terapi TB MDR di Fasilitas kesehatan

Kuncoromurti, Paulus Wisnu (2018) Determinan Keterlambatan Diagnosis dan Terapi TB MDR di Fasilitas kesehatan. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (61Kb)

    Abstract

    Paulus Wisnu Kuncoromurti, 2018. Tesis. Determinan Keterlambatan Diagnosis dan Terapi Tuberkulosis Multidrug-Resistant di Fasilitas Kesehatan. Supervisor I; Dr. Reviono, dr., Sp.P(K), FISR, II: Ari Natalia Probandari, dr., MPH., PhD. Program Pendidikan Dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FK UNS/ RSUD Dr. Moewardi. RINGKASAN DETERMINAN KETERLAMBATAN DIAGNOSIS DAN TERAPI TUBERKULOSIS MULTIDRUG-RESISTANT DI FASILITAS KESEHATAN Paulus Wisnu Kuncoromurti Tatalaksana tuberkulosis multidrug-resistant (TB MDR) terdiri dari penegakkan diagnosis dan pelaksanaan terapi. Pada saat ini keterlambatan dalam tatalaksana TB MDR masih sering terjadi. Berbagai faktor dapat mempengaruhi pasien untuk memeriksakan kesehatannya, sehingga dapat menyebabkan keterlambatan dalam penegakkan diagnosis dan pelaksanakan terapi. Tujuan penelitian ini untuk melihat faktor-faktor yang berpengaruh dalam menimbulkan keterlambatan diagnosis dan terapi TB MDR. Penelitian menggunakan data retrospektif dengan desain cross sectional. Populasi target adalah pasien TB MDR di RS Dr Moewardi. Populasi terjangkau adalah pasien TB MDR yang di rujuk ke Poli TB MDR Maret tahun 2012 sampai dengan Maret 2017 sesuai kriteria inklusi dan ekslusi. Data diambil dari rekam medik RS Dr Moewardi dan fasilitas kesehatan se eks-karisidenan Surakarta. Variabel terikat adalah keterlambatan diagnosis dan terapi. Variabel bebas adalah usia, jenis kelamin, jarak, tipe fasilitas kesehatan, dan kriteria suspek TB MDR. Subjek penelitian 73. Data dianalisis dengan metode analisis regresi logistik ganda (multivariat). Titik potong atau cut off point data setelah ditentukan melalui uji normalitas dinyatakan sebagai batas keterlambatan. Dari total sampel didapatkan ditetapkan batas keterlambatan diagnosis dari median data yaitu 4 sedangkan batas keterlambatan terapi adalah median data 12. Yang terlambat sebesar 47 dan yang tidak terlambat sebanyak 26. Dari semua variabel bebas tidak ada yang mempunyai hasil bermakna terhadap variabel terikat. Hasil analisis multivariat hubungan dari keterlambatan diagnosis dengan masing-masing variabel usia (p=0,328,OR=1,02,CI=0,982-1,057), jenis kelamin (p=0,328,OR=0,06,CI=0,189-1,747), jarak (p=0,446,OR=1,50,CI=0,532-4,194), tipe fasilitas kesehatan (p=0,921,OR=0,97,CI=0,486-1,921), dan kriteria suspek TB MDR (p=0,623,OR=0,91,CI=0,609-1,345). Sedangkan analisis keterlambatan terapi dengan faktor usia (p=0,872,OR=0,99,CI=0,962-1,033), jenis kelamin (p=0,112,OR=0,42,CI=0,146-1,223), jarak (p=0,725,OR=1,2,CI=0,436-3,299), tipe fasiliats kesehatan (p=0,235,OR=1,50,CI=0,769-2,917), kriteria suspek TB MBR (p=0,600,OR=0,90,CI=0,618-1,320). Tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara usia, jenis kelamin, jarak, tipe fasilitas kesehatan, dan kriteria suspek TB MDR terhadap keterlambatan diagnosis dan terapi. Kata kunci : Keterlambatan diagnosis, keterlambatan terapi, TB MDR

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    R Medicine > RA Public aspects of medicine
    R Medicine > RC Internal medicine
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Depositing User: Rea Aisha Champa
    Date Deposited: 09 Dec 2018 20:49
    Last Modified: 09 Dec 2018 20:49
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/42511

    Actions (login required)

    View Item