PERBANDINGAN EFEK DEXMEDETOMIDIN DENGAN FENTANYL SEBAGAI ADJUVAN PADA SPINAL ANESTESI

M, FRANS KAUSARIO (2018) PERBANDINGAN EFEK DEXMEDETOMIDIN DENGAN FENTANYL SEBAGAI ADJUVAN PADA SPINAL ANESTESI. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (79Kb)

    Abstract

    PERBANDINGAN EFEK DEXMEDETOMIDIN DENGAN FENTANYL SEBAGAI ADJUVAN PADA ANESTESI SPINAL Heri Dwi P, Fitri H, Frans K. Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret/ RSUD Dr Moewardi Surakarta. ABSTRAK Pendahuluan: Anestesi spinal merupakan salah satu metode pengelolaan anestesi regional yang dapat mengendalikan nyeri operasi dengan cukup efektif. Fentanyl dan dexmedetomidine merupakan agen yang berpotensi baik sebagai adjuvan anestesi lokal. Penelitian ini dibuat untuk memahami bagaimana kecepatan mula kerja, pemanjangan lama kerja blokade sensorik dan motorik anestesi spinal, termasuk pengaruhnya terhadap gejolak hemodinamik yang muncul, serta kejadian efek samping merugikan obat yang mungkin muncul agar bisa disimpulkan apakah penggunaan adjuvan dexmedetomidin lebih baik daripada penggunaan adjuvan fentanyl pada anestesi spinal. Subjek dan Metode. Penelitian ini merupakan single blind randomized control trial untuk membandingkan pengaruh penambahan dexmedetomidin 3 mcg dengan fentanyl 25 mcg pada Lidokain 75 mg hiperbarik yang diberikan sebagai anestesi spinal. di kamar instalasi bedah sentral RSUD Dr. Moewardi Surakarta mulai mulai bulan Maret – Mei 2018. Subjek penelitian adalah pasien usia 19 – 64 tahun yang menjalani pembedahan abdomen bagian bawah dan ekstremitas bawah secara elektif dengan anestesi spinal dengan ASA I dan II di instalasi bedah sentral RSUD Dr. Moewardi Surakarta dan telah mendapatkan informed consent. Hasil. Berdasarkan hasil penelitian diatas maka diketahui bahwa terdapat pengaruh penambahan dexmedetomidin dan fentanyl pada lidokain 5% yang diberikan sebagai anestesi spinal, dengan menilai perbedaan kecepatan onset dan pemanjangan durasi blokade sensorik dan motorik, dimana penambahan Dexmedetomidin 3 mcg (diencerkan dalam nacl 0,9% 0,5 ml) pada 1,5 mL Lidokain 5% lebih efektif dalam pemanjangan durasi blokade sensorik dan motorik dibandingkan dengan penambahan Fentanyl 25 mcg (0,5 ml) pada 1,5 mL Lidokain 5% dan tidak berbeda signifikan pengaruhnya pada perubahan tanda vital dan juga tidak meningkatkan terjadinya efek samping. Kata Kunci. Adjuvan, Spinal, Fentanyl, Dexmedetomidin

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    R Medicine > RC Internal medicine
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Fakultas Kedokteran > Spesialis Anestesiologi dan Reaminasi
    Depositing User: Aren Dwipa
    Date Deposited: 05 Dec 2018 12:04
    Last Modified: 05 Dec 2018 12:04
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/42413

    Actions (login required)

    View Item