pengaruh incentive spirometry dan pursed lips breathing terhadap kapasitas inspirasi, gejala sesak napas, kapasitas exercise, dan kualitas hidup pasien bekas tuberkulosis paru

SONDAKH, ELIZABETH W (2018) pengaruh incentive spirometry dan pursed lips breathing terhadap kapasitas inspirasi, gejala sesak napas, kapasitas exercise, dan kualitas hidup pasien bekas tuberkulosis paru. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (101Kb)

    Abstract

    PENGARUH INCENTIVE SPIROMETRY DAN PURSED LIPSBREATHING TERHADAP KAPASITAS INSPIRASI, GEJALA SESAK NAPAS, KAPASITAS EXERCISE, DAN KUALITAS HIDUP PASIEN BEKAS TUBERKULOSIS PARU Elizabeth Widya Sondakh, Jatu Aphridasari, Ana Rima Setijadi, Yusup Subagio Sutanto ` Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta/ RSUD dr. Moewardi Surakarta ABSTRAK Latar belakang: Rehabilitasi paru berperan penting dalam terapi nonfarmakologi memperbaiki gejala respiratorik pada bekas TB paru. Tujuan Penelitian ini untuk melihat pengaruh incentive spirometry serta perbedaan pengaruh incentive spirometry (IS) dan pursed lips breathing(PLB) terhadap kapasitas inspirasi (KI), gejala sesak napas, kapasitas exercise, kualitas hidup pasien bekas TB paru. Metode: Uji klinis dengan pre dan post test group design pada 32 pasien bekas TB paru lesi luas di RSUD Dr. Moewardi Surakarta Januari-April 2018 dengan purposive sampling. Subjek dibagi menjadi dua kelompok yaitu yang mendapatkan IS dan yang mendapatkan PLB selama 4 minggu dengan menilai kapasitas inspirasi (spirometri), gejala sesak napas (skala BORG), kapasitas exercise (6 minute walk test), dan kualitas hidup (kuesioner SGRQ). Hasil: Terdapat peningkatan KI sebesar 34,43±27,153% pada kelompok IS dan 26,104±15,75% pada PLB (p=0,752), penurunan skala BORG -0,94±0,574 pada IS dan -0,88±0,342 pada PLB (p=0,838), peningkatan 6MWT sebesar 63,13±10,782 meter pada IS dan 50,63±18,062 meter pada PLB (p=0,086), disertai terjadi perbaikan nilai SGRQ sebesar -9,14±10,18 pada IS dan -4,29±4,57 pada PLB (p=0,752), dengan IS memiliki peluang lebih baik dibandingkan pursed lips breathing dalam meningkatkan persentase KI (OR=1,018) dan kualitas hidup (OR=1,148) pasien bekas TB paru lesi luas. Simpulan: Incentive spirometry dapat meningkatkan KI, menurunkan gejala sesak napas, meningkatkan kapasitas exercise, dan meningkatkan kualitas hidup pasien bekas TB paru. Incentive spirometry lebih baik dibandingkan PLB dalam meningkatkan KI, menurunkan gejala sesak napas, meningkatkan kapasitas exercise, dan meningkatkan kualitas hidup pasien bekas TB paru walaupun tidak bermakna. KATA KUNCI: BEKAS TB PARU, REHABILITASI PARU, INCENTIVE SPIROMETRY, PURSED LIPS BREATHING, KAPASITAS INSPIRASI, SKALA BORG, 6MWT, SGRQ

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    R Medicine > RC Internal medicine
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Depositing User: Rea Aisha Champa
    Date Deposited: 02 Dec 2018 10:02
    Last Modified: 02 Dec 2018 10:02
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/42348

    Actions (login required)

    View Item