PENGARUH PEMBERIAN LYCOPENE TERHADAP KADAR INTERLEUKIN 8, MALONDIALDEHYDE PLASMA, DAN LAMA RAWAT INAP PADA PENDERITA PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK EKSASERBASI AKUT

S, DIANA KURNIASARI (2018) PENGARUH PEMBERIAN LYCOPENE TERHADAP KADAR INTERLEUKIN 8, MALONDIALDEHYDE PLASMA, DAN LAMA RAWAT INAP PADA PENDERITA PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK EKSASERBASI AKUT. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1352Kb)

    Abstract

    Diana Kurniasari Sagita, 2018. Tesis. Pengaruh Pemberian Lycopene terhadap Kadar Interleukin 8, Malondialdehyde plasma, dan Lama Rawat Inap Penderita Penyakit Paru Obstruktif Kronik Eksaserbasi Akut. Supervisor I: Prof. DR. Suradi, Dr., Sp.P(K), MARS, FISR; Supervisor II: DR. Yusup Subagio Sutanto, Dr., Sp.P(K), FISR. Program Pendidikan Dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. RINGKASAN PENGARUH PEMBERIAN LYCOPENE TERHADAP KADAR INTERLEUKIN 8 , MALONDIALDEHYDE PLASMA, DAN LAMA RAWAT INAP PADA PENDERITA PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK EKSASERBASI AKUT Diana Kurniasari Sagita, Suradi, Yusup Subagio Sutanto SMF Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta/ RSUD dr. Moewardi Surakarta Latar belakang: Penyakit paru obstruktif kronik eksaserbasi adalah kondisi akut ditandai perburukan gejala klinis. Peningkatan inflamasi saluran napas saat eksaserbasi menyebabkan peningkatan kadar IL-8, MDA plasma, dan peningkatan risiko rawat inap. Lycopene adalah golongan carotenoid yang memiliki efek antiinflamasi dan antioksidan sehingga dapat ditambahan pada PPOK eksaserbasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian lycopene terhadap kadar IL-8, MDA plasma, dan lama rawat inap penderita PPOK eksaserbasi. Metode: Uji klinis eksperimental dengan pretest and posttest design ini dilakukan terhadap 30 penderita PPOK eksaserbasi di RSUD Dr. Moewardi Surakarta dan RSUD Dr. Soehadi Prijonegoro Sragen mulai bulan Februari 2018-Maret 2018. Sampel diambil secara consecutive sampling dibagi dalam dua kelompok meliputi kelompok perlakuan (n=15) mendapat terapi standar dan lycopene 1x10 mg/hari selama dirawat dan kelompok kontrol hanya mendapat terapi standar (n=15). Kadar IL-8 dan MDA diukur saat penderita dirawat dan saat kriteria pemulangan terpenuhi. Lama rawat inap diukur berdasarkan jumlah hari perawatan yaitu sejak penderita dirawat hingga kriteria pemulangan terpenuhi. Hasil: Terdapat perbedaan bermakna antara kelompok perlakuan dibanding kelompok kontrol terhadap penurunan IL-8 (p=0,029), penurunan MDA plasma (p=0,029), dan penurunan lama rawat inap (p=0,000). Simpulan: Penambahan lycopene 1x10 mg/hari selama rawat inap secara signifikan menurunkan kadar IL-8, MDA plasma, dan memperpendek lama rawat inap. Kata kunci: Lycopene, PPOK eksaserbasi akut, IL-8, MDA plasma, lama rawat inap.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    R Medicine > RC Internal medicine
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Depositing User: Rea Aisha Champa
    Date Deposited: 02 Dec 2018 09:56
    Last Modified: 02 Dec 2018 09:56
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/42345

    Actions (login required)

    View Item