IMPLEMENTASI RFID (RADIO FREQUENCY IDENTIFICATION) DALAM PENGOLAHAN BAHAN PUSTAKA DI PERPUSTAKAAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

SEPTIANI, AYU (2018) IMPLEMENTASI RFID (RADIO FREQUENCY IDENTIFICATION) DALAM PENGOLAHAN BAHAN PUSTAKA DI PERPUSTAKAAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (346Kb)

    Abstract

    Perpustakaan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia berdasarkan sifat dan golongannya termasuk dalam perpustakaan khusus. Perpustakaan khusus merupakan perpustakaan yang diselenggarakan oleh lembaga atau instansi negara, pemerintahan daerah ataupun lembaga atau instansi swasta yang layanannya diperuntukkan bagi pengguna di lingkungan lembaga atau instansi yang bersangkutan (Jonner Hasugian, 2009 : 81). Perpustakaan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia bernaung di bawah lembaga yaitu Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, otomatis yang berhak menjadi anggota Perpustakaan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia adalah Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dan pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Dan untuk pemustaka dari luar dapat menggunakan fasilitas dan pelayanan yang ada di Perpustakaan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia tanpa harus membawa surat keterangan dan tidak diperkenankan membawa pulang bahan pustaka. Seiring berjalannya waktu, Perpustakaan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia selalu berbenah untuk meningkatkan pengolahan bahan pustaka, pelayanan dan penyajian informasi dengan cepat dan akurat sesuai dengan perkembangan teknologi informasi. Dalam pengolahan bahan pustaka, Perpustakaan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia telah menerapkan RFID (Radio Frequency Identification). RFID (Radio Frequency Identification) tersebut digunakan untuk mengontrol, mengawasi, dan melacak bahan pustaka yang dimiliki oleh Perpustakaan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Di Perpustakaan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia mulai menerapkan RFID (Radio Frequency Identification) sejak tahun 2016, namun penerapannya tersebut dilakukan secara bertahap. Hal tersebut disebabkan karena sistem RFID (Radio Frequency Identification) membutuhkan biaya yang sangat mahal.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Politik
    Fakultas Ilmu Sosial dan Politik > D3 - Perpustakaan
    Depositing User: Rea Aisha Champa
    Date Deposited: 02 Dec 2018 09:35
    Last Modified: 02 Dec 2018 09:35
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/42337

    Actions (login required)

    View Item