Ketidaksantunan Tuturan Juri dalam Acara Master Chef Indonesia di RCTI (Sebuah Pendekatan Pragmatik)

Hanif, Anisah (2018) Ketidaksantunan Tuturan Juri dalam Acara Master Chef Indonesia di RCTI (Sebuah Pendekatan Pragmatik). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (379Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Anisah Hanif. C0214009. 2014. Ketidaksantunan Tuturan Juri dalam Acara Master Chef Indonesia di RCTI (Sebuah Pendekatan Pragmatik). Skripsi: Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret Surakarta. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini, yaitu (1) Bagaimanakah wujud ketidaksantunan tuturan dalam sesi food testing acara MCI2 dan MCI4 di RCTI? (2) Bagaimanakah strategi ketidaksantunan yang digunakan oleh juri dalam sesi food testing acara MCI2 dan MCI4 di RCTI? Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan wujud ketidaksantunan tuturan juri dalam sesi food testing acara MCI2 dan MCI4 di RCTI, (2) Mendeskripsikan strategi ketidaksantunan yang digunakan oleh juri dalam sesi food testing acara MCI2 dan MCI4 di RCTI. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Sumber data penelitian ini berasal dari sepuluh episode awal penayangan sesi food testing MCI2 dan MCI4 di RCTI. Data dalam penelitian ini berbentuk dialog antara juri dengan kontestan yang berupa tuturan tidak santun juri kepada kontestan dalam acara ajang pencarian bakat memasak MCI2 dan MCI4 di RCTI. Metode pemerolehan data dilakukan dengan metode simak catat dan transkripsi, dilanjutkan dengan teknik bebas libat cakap. Penelitian ini menggunakan metode padan pragmatis dengan teknik kontekstual dalam analisis data. Dari analisis ini dapat disimpulkan beberapa hal: Pertama, dalam sesi food testing ajang pencarian bakat MCI2 dan MCI4 di RCTI ditemukan wujud ketidaksantunan tuturan berupa subkategori mengejek, memperingatkan, memerintah, menyindir, kesal dan mengancam. Kedua, dalam sesi food testing ajang pencarian bakat MCI2 dan MCI4 di RCTI ditemukan penerapan strategi ketidaksantunan secara langsung (bald on record impoliteness), strategi ketidaksantunan positif (positive impoliteness), dan strategi ketidaksantunan negatif (negative impoliteness). Untuk strategi ketidaksantunan positif ditemukan substrategi mengabaikan atau menghina MT (ignoring or snubbing the other), menyangkal kesamaan dengan MT (denying common ground with the hearer), penggunaan julukan atau penyebutan identitas yang tidak pantas kepada MT (using inappropriate identity markers), tidak tertarik dan tidak simpatik kepada MT (being disinterested and unsympathetic with the hearer), mencari perselisihan atau perdebatan dengan MT (looking for dissagreements), penggunaan bahasa yang tidak jelas dan menyisipkan kata-kata rahasia dalam percakapan yang tidak dapat dimengerti MT (using obscure language and inserting secretive words within the discourse), dan penggunaan kata-kata tabu (using taboo words). Selanjutnya, untuk strategi ketidaksantunan negatif ditemukan substrategi mencaci-maki atau meremehkan mitra tutur (scorn), menakut-nakuti mitra tutur (frighten), menertawakan atau mengejek mitra tutur (ridicule), dan menyerang orang lain dengan cara menyerobot kesempatan bicara (invade the hearer’s space literally or metaphorically)

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
    P Language and Literature > PL Languages and literatures of Eastern Asia, Africa, Oceania
    Divisions: Fakultas Sastra dan Seni Rupa
    Fakultas Sastra dan Seni Rupa > Sastra Indonesia
    Depositing User: Rea Aisha Champa
    Date Deposited: 02 Dec 2018 09:08
    Last Modified: 02 Dec 2018 09:08
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/42326

    Actions (login required)

    View Item