PENGARUH SIRIP HEATSINK DAN ISOLATOR TERMAL TERHADAP OUTPUT DAYA TERMOELEKTRIK TENAGA PANAS GAS BUANG KNALPOT SEPEDA MOTOR

Perwira, Wisnu Yoga (2018) PENGARUH SIRIP HEATSINK DAN ISOLATOR TERMAL TERHADAP OUTPUT DAYA TERMOELEKTRIK TENAGA PANAS GAS BUANG KNALPOT SEPEDA MOTOR. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (504Kb)

    Abstract

    Termoelektrik mampu mengubah panas menjadi listrik maupun dari listrik menjadi dingin. Termoelektrik dapat dimanfaatkan untuk mengubah panas knalpot menjadi listrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tinggi heatsink dan isolator termal terhadap daya listrik yang dihasilkan dari pembangkit listrik termoelektrik tenaga panas knalpot. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Teknik analisa data yang digunakan yaitu deskriptif komparatif. Variasi yang dilakukan berupa tinggi sirip dan penggunaan isolator termal. Tinggi sirip yang digunakan yaitu 10 mm, 20 mm, dan 30 mm. Isolator termal yang digunakan berbahan glasswool dan alumunium foil. Alat yang digunakan untuk memperoleh data pengujian adalah multitester digital. Data yang diperoleh berupa tegangan listrik dan arus listrik. Daya listrik diperoleh dari hasil perkalian tegangan listrik dan arus listrik. Dalam penelitian ini heatsink berfungsi mendinginkan sisi dingin termoelektrik sehingga terjadi perbedaan temperatur yang menghasilkan daya listrik. Analisis data menunjukkan bahwa terjadi peningkatan daya listrik yang dihasilkan seiring semakin tingginya sirip heatsink. Daya terbesar diperoleh pada penggunaan tinggi sirip heatsink 30 mm yaitu sebesar 0,56 watt, sedangkan daya terkecil diperoleh pada penggunaan tinggi sirip heatsink 10 mm yaitu sebesar 0,32 watt. Isolator termal berfungsi menghambat laju perpindahan panas hot side heat excahnger menuju lingkungan. Analisis data menunjukkan bahwa penggunaan isolator termal menunjukkan terjadi peningkatan daya listrik saat penggunaan isolator termal. Daya listrik terbesar diperoleh pada penggunaan heatsink 30 mm dengan isolator yaitu sebesar 0,76 watt dan daya terkecil diperoleh pada penggunaan tinggi sirip heatsink 10 mm tanpa isolator termal yaitu0,32 watt. Hasil penelitian ini menunjukkan penggunaan tinggi sirip heatsink dan isolator termal berpengaruh terhadap daya yang dihasilkan oleh pembangkit listrik termoelektrik. Kata Kunci : Termoelektrik, heatsink, isolator termal, pembangkit listrik panas knalpot

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Teknik Mesin
    Depositing User: Aren Dwipa
    Date Deposited: 02 Nov 2018 12:34
    Last Modified: 02 Nov 2018 12:34
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/42291

    Actions (login required)

    View Item