Studi Eksperimen Pengaruh Kadar Air Serat Terhadap Sifat Mekanik Komposit Serat Bambu

CAHYO, DWI NOOR (2018) Studi Eksperimen Pengaruh Kadar Air Serat Terhadap Sifat Mekanik Komposit Serat Bambu. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (196Kb)

    Abstract

    ABSTARAK Dwi Noor Cahyo. STUDI EKSPERIMEN PENGARUH KADAR AIR SERAT TERHADAP SIFAT MEKANIK KOMPOSIT SERAT BAMBU. Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Juli 2018. Penggunaan komposit serat alam yang saat ini berkembang salah satunya adalah komposit alam berpenguat serat bambu (Bamboo Polymer Composite). Penggunaan serat bambu untuk filler komposit tergolong material yang mudah untuk menyerap air dilingkungan yang lembab. Tingkat kadar air yang bervariasi pada serat bambu sebelum digunakan untuk filler komposit menyebabkan terjadinya kekuatan mekanik komposit yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kekuatan mekanik komposit akibat variasi kadar air pada serat dengan perlakuan fisik serat. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen. Variabel yang diambil dalam penelitian ini adalah variasi suhu pengeringan serat bambu. Variasi suhu pengeringan kadar air pada serat bambu dilakukan dengan 4 variasi perlakuan. Pertama adalah proses pengeringan serat bambu dengan suhu 50⁰C. Kedua adalah proses pengeringan serat bambu dengan suhu 100⁰C. Ketiga adalah proses pengeringan serat bambu dengan suhu 150⁰C. Keempat adalah proses pengeringan serat bambu dengan suhu 200⁰C. Pengambilan data menggunakan alat uji UTM 100 Ton dan 2 Ton berdasarkan ASTM D3039 untuk uji tarik dan ASTM D790 untuk uji bending. Nilai rata-rata tegangan tarik tertinggi terdapat pada variasi pengeringan serat 150⁰C yaitu 39,50 MPa dan tegangan tarik terendah terdapat pada variasi pengeringan serat 200⁰C yaitu 11,14 MPa. Sedangkan nilai modulus elastisitas tarik tertinggi terdapat pada variasi pengeringan serat 150⁰C yaitu 2188,30 MPa dan modulus elastisitas tarik terendah terdapat pada variasi pengeringan serat 50⁰C yaitu 668,62 MPa. Nilai rata-rata tegangan bending tertinggi terdapat pada variasi pengeringan serat 150⁰C yaitu 36,32 MPa dan tegangan bending terendah terdapat pada variasi pengeringan serat 50⁰C yaitu 13,01 MPa. Sedangkan nilai modulus elastisitas bending tertinggi terdapat pada variasi pengeringan serat 200⁰C yaitu 764,64 MPa dan modulus elastisitas bending terendah terdapat pada variasi pengeringan serat 50⁰C yaitu 156,96 MPa. Sehingga, dapat dikatakan bahwa serat bambu pada komposit dengan pengeringan suhu 150⁰C menghasilkan kekuatan mekanik yang lebih baik bila dibandingkan dengan pengeringan pada suhu 50⁰ C, 100⁰ C, dan 200⁰ C. Hasil modulus elastisitas tarik berbanding lurus dengan sifat mekanik yang dihasilkan dalam komposit polimer bambu uji tarik. Kata Kunci : komposit bambu polimer, perlakuan termal, sifat mekanik komposit

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Teknik Mesin
    Depositing User: Aren Dwipa
    Date Deposited: 02 Nov 2018 12:34
    Last Modified: 02 Nov 2018 12:34
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/42290

    Actions (login required)

    View Item