POLA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN IPAL KOMUNAL DI KOTA SURAKARTA

KANUGRAHANI, HERWIN (2018) POLA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN IPAL KOMUNAL DI KOTA SURAKARTA. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (509Kb)

    Abstract

    Herwin Kanugrahani, D0313033, 2013. POLA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) KOMUNAL” Skripsi : Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola pemberdayaan masyarakat dalam mengelola IPAL Komunal di kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan Teori Aksi dan Fungsionalisme Struktural dari Talcott Parsons. Teori ini menjelaskan bahwa adanya seorang actor yang melakukan suatu cara dan teknik dalam mencapai tujuannya. Serta adanya skema AGIL dalam pembentukan suatu system yang saling memiliki keterkaitan datu sama lain. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data yang digunakan merupakan sumber data primer dan skunder, dengan teknik pengumpulan data observsi non partisipan, wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik pengambilan sample yang digunakan adalah purposive sampling. Untuk menentukan keabsahan atau validitas data yang diperoleh, peneliti menggunakan teknik triangulasi sumber. Analisis data dalam penelitian ini dillakukan secara interaktif yang meliputi: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemberdayaan dilakukan oleh pemerintah kota Surakarta dalam bentuk pengelolaan IPAL Komunal oleh masyarakat. Pemerintah melalui DPU dan DLH kota Surakarta memberdayakan masyarakat untuk mengelola IPAL Komunal dari tahap perencanaan pembangunan, proses pembangunan dan proses pengelolaan IPAL Komunal. Program IPAL Komunal ini dilatarbelakangi oleh banyaknya masyarakat yang membuang limbah cair ke sungai karena sanitasi yang kurang baik dan pemahaman masyarakat terhadap sungai sebagai tempat pembuangan limbah. Pemberdayaan masyarakat digunakan untuk mengelola IPAL Komunal agar masyarakat lebih peduli dan memperhatikan lingkungannya sendiri. Dalam melakukan pemberdayaan masyarakat terdapat empat pola pemberdayaan, yaitu : Peran Aktor, Pola Kelembagaan, Pola Partisipasi masyarakat, dan Pola Jaringan Sosial. Dalam proses pemberdayaan masyarakat terdapat beberapa tahap pemberdayaan, yaitu Tahapan Pemungkinan, penguatan, perlindungan, penyokongan, dan pemeliharaan. Dalam melaksanakan pengelolaan IPAL Komunal oleh masyarakat juga mengalami beberapa kendala yang dihadapi dalam masa perencanaan, pembangunan dan pengelolaannya yaitu, kendala dari warga dan kendala dari luar. Kendala dari warga berupa penolakan pembangunan di Kampung Dabagsari, keterlambatan warga membayar iuran, kurangnya partisipasi warga Kampung Batik Laweyan dalam mengelola IPAL komunal. Kemudian kendala dari luar warga, berupa IPAL komunal yang sering rusak, dan adanya limbah cair dari lokasi lain. Kata Kunci : IPAL Komunal, Pemberdayaan Masyarakat, Lingkungan, Partisipasi.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
    H Social Sciences > HM Sociology
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Politik
    Fakultas Ilmu Sosial dan Politik > Sosiologi
    Depositing User: Aren Dwipa
    Date Deposited: 21 Sep 2018 14:07
    Last Modified: 21 Sep 2018 14:07
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/42257

    Actions (login required)

    View Item