Analisis Jam Kerja Buruh Batik Perempuan dan Faktor yang Memengaruhinya (Studi Kasus di Kampoeng Batik Laweyan Kota Surakarta)

H, CHRISTINA ANGELINA (2018) Analisis Jam Kerja Buruh Batik Perempuan dan Faktor yang Memengaruhinya (Studi Kasus di Kampoeng Batik Laweyan Kota Surakarta). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (615Kb)

    Abstract

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: pertama, ada tidaknya perbedaan karakteristik buruh batik perempuan, yang meliputi umur, pendidikan, pengalaman kerja, hasil per hari, jam kerja, dan upah berdasarkan jenis pekerjaannya. Kedua, untuk mengetahui pengaruh upah, pengalaman kerja, umur, dan partisipasi kerja suami terhadap jam kerja buruh batik perempuan. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh melalui kuesioner dan wawancara. Jumlah responden penelitian ini adalah 103 orang buruh batik perempuan yang bekerja di pengusaha batik yang ada wilayah Kampoeng Batik Laweyan, Kota Surakarta. Teknik pengambilan sampel berdasarkan metode purposive sampling. Penelitian ini menggunakan alat analisis variance atau ANOVA untuk menganalisis perbedaan karakteristik buruh batik perempuan menurut jenis pekerjaannya, serta menggunakan model regresi linier berganda (OLS) untuk mengetahui pengaruh variabel upah, pengalaman kerja, umur, dan status pekerjaan suami terhadap jam kerja buruh batik perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, terdapat perbedaan karakteristik buruh batik perempuan yang meliputi rata – rata umur, pengalaman kerja, hasil per hari, jam kerja dan upah per minggu menurut jenis pekerjaan dengan derajat signifikan sebesar 5%. Kedua, variabel upah, pengalaman kerja, dan status pekerjaan suami memengaruhi jam kerja buruh batik perempuan, tetapi variabel umur tidak memengaruhi jam kerja. Setiap tambahan upah sebesar 1% per jam dari upah harian dengan asumsi variabel lain bersifat ceteris paribus, maka akan menyebabkan jam kerja bertambah sebesar 29,693 jam per minggu dan setiap penambahan pengalaman kerja selama satu tahun akan menyebabkan jam kerja bertambah sebesar 0,189 jam per minggu. Selain itu, jam kerja buruh batik perempuan yang suaminya bekerja akan berkurang sebesar 2,172 jam per minggu dibandingkan buruh batik perempuan yang suaminya tidak bekerja. Penelitian ini menghasilkan rekomendasi untuk pengusaha batik supaya meningkatkan pemberian upah yang disesuaikan dengan ketentuan UMR dan mengacu pada standar kebutuhan hidup layak yang berlaku di Kota Surakarta; bekerja sama dengan pemerintah dan beberapa pihak terkait untuk mengadakan pelatihan bagi para buruh batik perempuan; serta memperhatikan kesehatan dan gizi para buruh batiknya. Para buruh batik perempuan hendaknya selalu meningkatkan keterampilan sesuai dengan kebutuhan industri dan permintaan pasar. Pemerintah sebaiknya mengadakan paguyuban perempuan pembatik yang bersifat gender empowerment, serta menambah jumlah lapangan pekerjaan atau bantuan modal untuk para suami buruh batik perempuan. Kata Kunci: Jam kerja, Buruh Batik Perempuan, Upah, Pengalaman Kerja, Umur, Partisipasi Kerja Suami.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HC Economic History and Conditions
    Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis
    Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Ekonomi Pembangunan
    Depositing User: Aren Dwipa
    Date Deposited: 21 Sep 2018 13:54
    Last Modified: 21 Sep 2018 13:54
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/42253

    Actions (login required)

    View Item