PELANGGARAN PRINSIP KERJA SAMA DALAM INTERAKSI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMK BATIK 1 SURAKARTA

APRILL, FASHA NABILAH (2018) PELANGGARAN PRINSIP KERJA SAMA DALAM INTERAKSI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMK BATIK 1 SURAKARTA. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (820Kb)

    Abstract

    Fasha Nabilah Aprilliani. K1214017. PELANGGARAN PRINSIP KERJA SAMA DALAM INTERAKSI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMK BATIK 1 SURAKARTA. Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret, Surakarta: Juli 2018. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan dan mendeskripsikan (1) wujud pelanggaran prinsip kerja sama dalam interaksi pembelajaran bahasa Indonesia di SMK Batik 1 Surakarta; (2) tujuan berbicara dengan melanggar prinsip dalam interaksi pembelajaran bahasa Indonesia di SMK Batik 1 Surakarta; (3) fungsi bahasa dengan melanggar prinsip kerja sama dalam interaksi pembelajaran bahasa Indonesia di SMK Batik 1 Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan sumber data utama yaitu rekaman kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia di kelas X Desain Komunikasi Visual dan XI Pemasaran. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi dan teknik wawancara mendalam. Teknik pengambilan subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Uji validitas data yang digunakan ialah triangulasi teknik dan triangulasi teori. Teknik analisis datanya menggunakan teknik analisis interaktif yang meliputi empat tahap, yaitu; (1) pengumpulan data, (2) reduksi data, (3) penyajian data, dan (4) penarikan kesimpulan. Prosedur penelitian memiliki tiga tahap yaitu; (1) tahap persiapan, (2) tahap pelaksanaan, (3) tahap penyusunan laporan. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan tuturan yang melanggar satu maksim prinsip kerja sama dan tuturan yang melanggar dua maksim prinsip kerja sama, disebut dengan pelanggaran maksim tunggal dan pelanggaran maksim ganda. Pelanggaran maksim yang terjadi tersebut tidak hanya dilakukan oleh guru saja melainkan dilakukan juga oleh siswa. Pelanggaran maksim memiliki sebelas tujuan yaitu; (1) menjelaskan (informatif), (2) melucu (menghibur), (3) menyindir, (4) mengganggu, (5) memengaruhi, (6) memerintah, (7) memarahi/jengkel, (8) mengalihkan pembicaraan, (9) mendidik, (10) menggoda, (11) menghina. Pelanggaran maksim prinsip kerja sama yang dilakukan baik oleh siswa maupun guru memiliki fungsi masing-masing. Fungsi bahasa dalam pelanggaran maksim prinsip kerja sama tersebut memiliki tujuh macam. Fungsi bahasa tersebut disebut dengan sapta guna basa. Fungsi bahasa terkait pelanggaran maksim yaitu; (1) fungsi instrumental, (2) fungsi regulasi, (3) fungsi representasional, (4) fungsi interaksional, (5) fungsi personal, (6) fungsi heuristik, dan (7) fungsi imajinatif. Berdasarkan hasil analisis data penelitian, dapat disimpulkan bahwa pelanggaran maksim dalam prinsip kerja sama banyak terjadi dalam pembelajaran di kelas. pelanggaran yang dilakukan oleh guru maupun siswa tersebut memiliki tujuan dan fungsi yang ingin dilakukan. Kata kunci: prinsip kerja sama, maksim, tujuan pelanggaran, fungsi pelanggaran.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    P Language and Literature > P Philology. Linguistics
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
    Depositing User: Aren Dwipa
    Date Deposited: 18 Sep 2018 14:29
    Last Modified: 18 Sep 2018 14:29
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/42225

    Actions (login required)

    View Item