Pengaruh Dosis dan Lama Pemberian Ekstrak Etanol Pegagan (Centella asiatica) terhadap Derajat Insulitis pada Pankreas Tikus Model Diabetes Melitus Tipe 2 (The Effect of Dosage and Administration of the Ethanol Extract of Centella asiatica on the Insulitis Degree in Rat`s Pancreas with Diabetes Melitus Type 2)

Dhenok Palupi, Fitria (2018) Pengaruh Dosis dan Lama Pemberian Ekstrak Etanol Pegagan (Centella asiatica) terhadap Derajat Insulitis pada Pankreas Tikus Model Diabetes Melitus Tipe 2 (The Effect of Dosage and Administration of the Ethanol Extract of Centella asiatica on the Insulitis Degree in Rat`s Pancreas with Diabetes Melitus Type 2). Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (508Kb)

    Abstract

    Diabetes melitus merupakan masalah utama kesehatan masyarakat dengan prevalensi yang meningkat tiap tahun. Hiperglikemia pada pasien DM tipe 2 menyebabkan proses inflamasi yang dapat menyebabkan fibrosis dan apoptosis sel β pankreas. Ekstrak etanol pegagan (Centella asiatica) mengandung senyawa bioaktif yang memiliki aktivitas antiinflamasi dan antihiperglikemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh dosis dan lama pemberian ekstrak etanol pegagan (Centella asiatica) terhadap derajat insulitis pada pankreas tikus model diabetes melitus tipe 2. Metode : Eksperimental laboratorik post test with control group menggunakan 48 sampel tikus wistar jantan (rattus novergicus) berumur 8 minggu, berat 150 – 250 gram. Induksi DM tipe 2 menggunakan streptozotocin dosis 65 mg/ kg berat badan secara intraperitoneal yang diberikan 15 menit setelah pemberian nicotinamide dosis 230 mg/ kg berat badan. Penelitian ini terdiri atas enam perlakuan yaitu kontrol normal (K), kontrol diabetes melitus tipe 2 (K+), ekstrak etanol pegagan dosis 300 mg/ kg BB (P1), ekstrak etanol pegagan dosis 600 mg/ kg BB (P2), ekstrak etanol pegagan dosis 1.200 mg/ kg BB (P3), dan obat metformin 45 mg/ kg BB (P4). Perlakuan berlangsung selama 28 hari dan 35 hari. Analisis statistik menggunakan uji Kruskal-Wallis dan dilanjutkan dengan uji Mann Whitney dengan dengan derajat kemaknaan α = 0,05. Hasil : Tidak ada pengaruh pemberian ekstrak etanol pegagan dosis 300 mg/ kg BB/ hari, 600 mg/ kg BB/ hari, dan 1.200 mg/ kg BB/ hari terhadap derajat insulitis pada pankreas tikus model DM tipe 2 pada hari ke-28 (p = 0,368). Ada pengaruh pemberian ekstrak etanol pegagan dosis 300 mg/ kg BB/ hari, 600 mg/ kg BB/ hari, dan 1.200 mg/ kg BB/ hari terhadap derajat insulitis pada pankreas tikus model DM tipe 2 pada hari ke-35 (p = 0,008). Uji lanjut menunjukkan pemberian ekstrak etanol pegagan dosis 300 mg/ kg BB/ hari tidak signifikan menurunkan derajat insulitis pada pankreas tikus model DM tipe 2 (p = 0,215), namun signifikan pada dosis 600 mg/ kg BB/ hari (p = 0,026) dan dosis 1.200 mg/ kg BB/ hari (0,014) dengan lama waktu 35 hari. Kesimpulan : Pemberian ekstrak etanol pegagan dosis 600 mg/ kg BB/ hari dan 1.200 mg/ kg BB/ hari signifikan menurunkan derajat insulitis pada pankreas tikus model DM tipe 2 pada hari ke-35, namun tidak signifikan pada dosis 300 mg/ kg BB/ hari. Pemberian ekstrak etanol pegagan pada hari ke-28 tidak signifikan menurunkan derajat insulitis pada semua variasi dosis. KATA KUNCI : Centella asiatica, derajat insulitis, diabetes melitus tipe 2

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    R Medicine > RC Internal medicine
    Divisions: Pascasarjana > Magister > Ilmu Gizi
    Depositing User: Herlangga Hizkiawan
    Date Deposited: 12 Sep 2018 21:16
    Last Modified: 12 Sep 2018 21:16
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/42157

    Actions (login required)

    View Item