Penguatan Model Transaksi Terapeutik Berdasarkan Prinsip Kemitraan Yang Berkeadilan Sebagai Upaya Perlindungan Pasien

Endah, Anggraeni (2018) Penguatan Model Transaksi Terapeutik Berdasarkan Prinsip Kemitraan Yang Berkeadilan Sebagai Upaya Perlindungan Pasien. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (847Kb)

    Abstract

    Tujuan dari disertasi ini adalah untuk merancang dan membuat model yang sesuai dalam memperkuat transaksi terapeutik berdasarkan prinsip kemitraan sebagai bagian dari perlindungan hukum bagi pasien. Hal ini penting karena banyak kasus yang merugikan pasien disebabkan oleh kelalaian. Oleh karena itu, kelalaian ini harus dicegah oleh pemerintah. Berdasarkan hal itu, pemerintah harus membuat aturan dan mengatur transaksi terapeutik untuk menjamin keseimbangan antara hak dan kewajiban para pihak. Untuk memvisualisasikan penelitian ini, maka pembahasan disertasi akan difokuskan pada: (i) ember-faktor penyebab dari ketidakefektifan transaksi terapeutik yang melindungi pasien berdasarkan pada prinsip keadilan; (ii) strategi untuk memperkuat model transaksi terapeutik yang dapat melindungi para pihak (dokter dan pasien) dalam pemberian pelayanan kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian doktrinal, yang menekankan pada pendekatan normatif, pendekatan undang-undang, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Pendekatan-pendekatan tersebut yang didukung oleh penelitian hukum empiris yang menggunakan bahan hukum primer. Semua materi hukum empiris dikumpulkan melalui wawancara yang dilakukan dengan beberapa nara sumber dalam pelayanan kesehatan. Semua kegiatan penelitian yang dimulai dari identifikasi, klasifikasi dan kategorisasi digunakan untuk membangun dan mengembangkan pemahaman pelaksanaan transaksi terapeutik secara benar yang akan didasarkan pada prinsip kemitraan antara dokter dan pasien. Lokasi penelitian ini dilakukan di beberapa rumah sakit dan klinik di kota Semarang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa transaksi terapeutik yang yang terjadi saat ini belum dapat memberikan perlindungan yang adil bagi pasien. Hal ini disebabkan oleh karena posisi dominan dokter. Oleh karena itu, transaksi terapeutik perlu diatur supaya transaksi itu dapat menjamin dan ember keadilan. Transaksi terapeutik yang adil harus dibangun dengan beberapa elemen inti, seperti kesetaraan, keterbukaan, dan saling menguntungkan. Secara lebih rinci transaksi yang adil harus berisi mengenai adanya : kepentingan bersama, kepercayaan, saling menguntungkan, saling pengertian, dan saling perhatian. Hal itu untuk mengukur tujuan dan kepastian yang hendak dicapai oleh semua pihak yang terkait dalam pelayanan kesehatan. Kata kunci : penguatan transaksi terapeutik, kemitraan, perlindungan pasien

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: K Law > K Law (General)
    Divisions: Pascasarjana > Magister > Ilmu Hukum - S2
    Depositing User: Herlangga Hizkiawan
    Date Deposited: 11 Sep 2018 05:51
    Last Modified: 11 Sep 2018 05:51
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/42065

    Actions (login required)

    View Item