PENGARUH VARIASI PENAMBAHAN SERAT BAJA DOSIS TINGGI PADA BALOK BETON BERTULANG

, SETIAWAN (2018) PENGARUH VARIASI PENAMBAHAN SERAT BAJA DOSIS TINGGI PADA BALOK BETON BERTULANG. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (111Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Setiawan. 2017. Pengaruh Variasi Penambahan Serat Baja Dosis Tinggi Pada Balok Beton Bertulang. Tesis. Magister Teknik Sipil. Universitas Sebelas Maret Surakarta. Beton dicirikan sebagai material yang getas dengan kekuatan tarik rendah dan kapasitas regangan rendah. Kuat tarik yang rendah pada beton bisa berakibat terjadi keruntuhan geser maupun lentur. Perkuatan yang biasanya dilakukan adalah dengan menambahkan tulangan besi baja arah longitudinal pada daerah tariknya serta sengkang pada arah vertikal. Seiring berkembangnya waktu Struktur beton bertulang mengalami perkembangan yang cukup berarti dengan ditemukannya ide dasar untuk meningkatkan kuat tarik, mengurangi sifat getas dan meningkatkan ketahanan retak awal dengan menambahkan serat baja dalam campuran beton. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kontribusi serat baja Dramix RC-80/60-BN dalam memperbaiki kelemahan balok beton bertulang dengan variasi penambahan dosis serat. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan benda uji berjumlah 2 untuk masing – masing variasi dosis serat. Model balok yang digunakan untuk penilitian adalah balok beton bertulang berukuran 10 cm x 20 cm x 150 cm. Dengan variasi penambahan serat sebesar 40, 60, 80, 100 kg/m3. Balok beton dibuat dengan 2 jarak sengkang yang berbeda di kedua sisinya yaitu dengan jarak 0 mm(tanpa sengkang) dan 150 mm. Pengujian dilakukan ketika beton berumur 28 hari. Diharapkan akan terjadi keruntuhan pada sisi lemah balok. Hasil penilitian menunjukan bahwa semua benda uji mengalami kegagalan lentur, ditandai dengan adanya retakan pada daerah lentur balok. Dari pengujian juga diketahui bahwa dengan adanya penambahan serat maka kuat lentur balok juga semakin meningkat seiring dengan bertambahnya dosis serat. Pada penambahan dosis serat 40 kg/m3 kekuatan meningkat sebesar 3% , kemudian pada dosis 60 kg/m3 kekuatan menigkat 12.12%, pada dosis 80 kg/m3 meningkat sebesar 15.15% dan pada dosis 100 kg/m3 meningkat sebesar 18.18%. Perhitungan kontribusi serat menggunakan dua metode DfBZ,3 dan FR,4. Metode DfBZ,3 Penambahan kekuatan serat berturut – turut dari beton dengan kadar serat 40 kg/m3 sampai kadar serat 100 kg/m3 adalah 4415.66 N, 5097.89 N, 6060.43 N, 6779.66 N. Sedangkan pada perhitungan dengan metode FR,4 Nilai kontribusi serat berturut-turut dari dosis 40 kg/m3 sampai 100 kg/m3 adalah 6399.06 N, 7474.48 N, 7869.25 N, 8782.74 N. Dari hasil penilitian yang dibandingkan dengan eksperimen peniliti yang lain dan rumusan teori yang sudah ada dapat disimpulkan bahwa kuat nominal balok meningkat seiring dengan adanya penambahan dosis serat pada beton. Kata kunci: beton serat, kuat lentur, retak lentur, serat baja, beton bertulang.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    Divisions: Pascasarjana > Magister > Teknik Sipil - S2
    Depositing User: Cantya Dyana Larasati
    Date Deposited: 02 Sep 2018 15:26
    Last Modified: 02 Sep 2018 15:26
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/41995

    Actions (login required)

    View Item