Analisis Kesulitan Belajar Pada Materi Pokok Hidrolisis Garam Menggunakan Instrumen Penilaian Testlet untuk Siswa Kelas XI SMA Al-Islam 1 Surakarta Tahun Ajaran 2016/2017

WULANDARI, RIZKA (2018) Analisis Kesulitan Belajar Pada Materi Pokok Hidrolisis Garam Menggunakan Instrumen Penilaian Testlet untuk Siswa Kelas XI SMA Al-Islam 1 Surakarta Tahun Ajaran 2016/2017. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (902Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Rizka Wulandari. ANALISIS KESULITAN BELAJAR PADA MATERI POKOK HIDROLISIS GARAM MENGGUNAKAN INSTRUMEN PENILAIAN TESTLET UNTUK SISWA KELAS XI SMA AL-ISLAM 1 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2016/2017. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret. Februari 2018. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui ada atau tidaknya kesulitan belajar yang dialami siswa pada materi hidrolisis garam; (2) mengidentifikasi letak kesulitan belajar siswa pada materi hidrolisis garam; (3) mengidentifikasi kemampuan siswa dalam mengerjakan soal secara hirarki pada materi hidrolisis garam. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis menggunakan instrumen testlet yang telah dikembangkan oleh peneliti sebelumnya dan dilanjutkan dengan teknik wawancara. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIA SMA Al-Islam 1 Surakarta. Partisipan wawancara dipilih dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling yang dilanjutkan dengan snowball sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif yang didasarkan pada hasil tes tertulis siswa dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) siswa-siswi SMA Al-Islam 1 Surakarta memiliki kesulitan belajar pada materi hidrolisis garam; (2) kesulitan belajar yang dialami siswa pada materi hidrolisis garam diantaranya dalam hal menuliskan reaksi hidrolisis garam, menghitung molaritas garam, dan menghitung presentase garam yang terhidrolisis. Siswa juga mengalami kesulitan dalam memanfaatkan pengetahuan-pengetahuan yang telah diperolehnya untuk menyelesaikan soal hidrolisis garam yang sifatnya lebih kompleks. Pada berbagai kesulitan belajar tersebut, siswa mengalami miskonsepsi dalam hal penulisan reaksi hidrolisis dan menginterpretasikan makna simbol pada persamaan [H+]= √(Kw/Kb[M]) serta [OH-]= √(Kw/Ka[M]) , yang mana siswa berpikir bahwa [M] adalah simbol yang menyatakan molaritas garam; (3) presentase siswa yang dapat menjawab soal testlet secara hirarkis (siswa dengan perolehan skor 3 pada masing-masing stem soal) yakni berkisar antara 0,680%-34,693% dari total 147 siswa Kata Kunci : hidrolisis garam, testlet instrumen, kesulitan belajar

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Kimia
    Depositing User: Cantya Dyana Larasati
    Date Deposited: 04 Aug 2018 18:06
    Last Modified: 04 Aug 2018 18:06
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/41767

    Actions (login required)

    View Item