Hubungan Terjadinya Neutropenia Dengan Indeks Massa Tubuh Pada Pasien Kanker Payudara Selama Kemoterapi Adjuvan di RSUD dr.Moewardi Surakarta

HIDAYAT, DINA (2018) Hubungan Terjadinya Neutropenia Dengan Indeks Massa Tubuh Pada Pasien Kanker Payudara Selama Kemoterapi Adjuvan di RSUD dr.Moewardi Surakarta. Masters thesis, UNIVERSITAS SEBELAS MARET.

[img] PDF - Published Version
Download (270Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Hubungan Terjadinya Neutropenia Dengan Indeks Massa Tubuh Pada Pasien Kanker Payudara Selama Mendapatkan Kemoterapi Adjuvan di RSUD dr.Moewardi Surakarta Latar Belakang : Kanker payudara berdasarkan estimasi International Agency for Research on Cancer (IARC) tahun 2012, kasus baru (insiden) kanker payudara adalah sebesar 43,1 per 100.000 perempuan, dengan angka kematian sebesar 12,9 per 100.000 perempuan. Umumnya kanker payudara mempengaruhi status gizi penderita tersebut. Penentuan status gizi dapat dilakukan dengan pengukuran antropometri seperti indeks massa tubuh. Gizi yang optimal dapat memberikan beberapa manfaat seperti mengurangi resiko infeksi. Neutropenia merupakan komplikasi yang sering terjadi selama kemoterapi yaitu 20 - 40 % pada solid tumor. Durasi dan keparahan neutropenia sering menimbulkan kejadian infeksi ketika nilai Absolute Neutrophil Count (ANC) turun dari 1000/µL sampai kurang dari 100/µL. Neutropenia berat serta kejadian febrile neutropenia berdampak pada tertundanya dan berkurangnya dosis regimen kemoterapi sehingga dapat mengganggu outcome berupa kesembuhan dan survival pasien. Tujuan : Mengetahui terdapat hubungan terjadinya neutropenia dengan indeks massa tubuh pada pasien kanker payudara selama kemoterapi adjuvan. Metode : Studi observasional analitik dengan desain cross sectional untuk mempelajari menilai hubungan terjadinya neutropenia dengan indeks massa tubuh pada pasien kanker payudara selama kemoterapi adjuvan di Bagian Bedah Onkologi RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Hasil : Karakteristik mayoritas pasien dengan usia 46-55 tahun yaitu ada 31 orang (36,5%), dan paling sedikit dengan usia < 35 tahun yaitu ada 3 orang (3,5%). Indeks masa tubuh mayoritas dalam kategori normal yaitu ada 55 orang (64,7%), dan minoritas pasien dengan indeks masa tubuh dalam kategori kurus, yaitu ada 8 orang (9,4%). Siklus kemoterapi mayoritas pasien pada siklus ke III yaitu ada 34 pasien (40,0%), dan paling sedikit dengan siklus I yaitu ada 5 pasien (5,9%). Kejadian neutropenia hanya ada 10 orang (11,8%). Didapatkan jumlah 10 sampel neutropenia, dengan 8 orang (80%) masuk kedalam neutropenia ringan, dan 2 orang (20%) neutropenia sedang. Pasien dengan IMT dalam kategori normal cenderung tidak terjadi neutropenia yaitu ada 65,3% sedangkan yang kejadian neutropenia 60,0%. Jika dibandingkan dengan IMT dalam kategori kurang/berlebih mendapatkan nilai OR =0.796 (0.206-3.075) dan p = 0,737 (p>0,05), yang berarti IMT dengan kategori normal bukan faktor resiko dari kejadian neutropenia. Pasien dengan IMT dalam kategori gemuk cenderung terjadi neutropenia yaitu ada 40,0% orang sedangkan yang tidak terjadi neutropenia 24,0%. Jika dibandingkan dengan IMT dalam kategori normal/kurus mendapatkan nilai OR =2.111 (0.536-8.322) dan p = 0,275 (p>0,05), yang berarti IMT dengan kategori gemuk bukan faktor resiko dari kejadian neutropenia. Simpulan : Tidak terdapat hubungan antara terjadinya neutropenia dengan indeks massa tubuh pada pasien kanker payudara selama kemoterapi adjuvant. Kata Kunci: Kanker Payudara, kemoterapi adjuvant, Index Masa Tubuh, Absolute Neutrophil Count,

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    R Medicine > RD Surgery
    Divisions: Fakultas Kedokteran > Spesialis Ilmu Bedah
    Depositing User: Kuni Nur Aini
    Date Deposited: 26 Jul 2018 16:42
    Last Modified: 26 Jul 2018 16:42
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/41713

    Actions (login required)

    View Item