PERBEDAAN PENGARUH PENGGUNAAN KETOROLAC DENGAN METAMIZOLE TERHADAP PEMBENTUKAN ADHESI PERITONEUM PASCA LAPAROTOMI ATAS INDIKASI PERITONITIS

RACHMAN, ALI (2018) PERBEDAAN PENGARUH PENGGUNAAN KETOROLAC DENGAN METAMIZOLE TERHADAP PEMBENTUKAN ADHESI PERITONEUM PASCA LAPAROTOMI ATAS INDIKASI PERITONITIS. Masters thesis, UNIVERSITAS SEBELAS MARET.

[img] PDF - Published Version
Download (23Kb)

    Abstract

    PERBEDAAN PENGARUH PENGGUNAAN KETOROLAC DENGAN METAMIZOLE TERHADAP PEMBENTUKAN ADHESI PERITONIUM PASCA LAPAROTOMI Ali Rachman1,Agus Rahardjo2, Untung Alifianto 3 1.PPDS Ilmu Bedah FK UNS, 2. Kepala Sub Bagian Bedah Digestif RSUD dr. Moewardi Surakarta, 3. Kepala Sub Bagian Bedah Saraf RSUD Dr. Moewardi Surakarta ABSTRAK LatarBelakang: Untuk mencegah atau mengurangi pembentukan adhesi dapat dilakukan dengan menurunkan inflamasi pasca trauma melalui bahan atau obat anti-inflamasi, anti-histamin, anti-koagulan (heparin), anti-oksidan, enzim proteolitik, dan tissue plasminogen activator. (Lee SM, et al, 2008) Di RSUD Dr. Moewardi untuk pemberian analgesik pasca bedah terdapat dua pilihan obat yaitu diberikan Ketorolac atau Metamizole yang keduanya mempunyai efek anti inflamasi, Apakah ada Perbedaan Pengaruh Penggunaan Ketorolac Dengan Metamizole Terhadap Pembentukan Adhesi Peritonium Pasca Laparotomi Atas Indikasi Peritonitis. Tujuan :Mengetahui Apakah ada Perbedaan Pengaruh Penggunaan Ketorolac Dengan Metamizole Terhadap Pembentukan Adhesi Peritonium Pasca Laparotomi Atas Indikasi Peritonitis ? Metode : Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu (quasi experiment) dengan metode Posstest-Only Control Design. Subyek penelitian terdiri dari 20 subyek, dimana10 subyek dilakukan injeksi metamizol intravena dan 10 subyek dilakukan injeksi ketorolac pasca laparotomi atas indikasi peritonitis, dengan menilai tiap subyek dilakukan pemeriksaan USG pada pre operasi dan 10 hari pasca operasi. Semua data yang terkumpul dilakukan uji statistik menggunakan uji statistik fisher exact, uji Wilcoxon, uji Mann Whitney, dan t test independent (α = 0,05) dengan menggunakan SPSS 19.0. Tiap-tiap variabel di evaluasi setelah dilakukan uji normalitas dan homogenitas data. Hasil Ketorolac dan metamizol efektif dalam menurunkan derajat adhesi, dimana dijelaskan bahwa pasien sesudah perlakuan sebagian besar pasien tidak adhesi (>2 cm), dimana 100,0% pada pasien yang diberikan perlakuan metamizol dan 80,0% pada pasien yang diberikan ketorolac. Hasil uji mann whitney didapatkan nilai p=0,146 (p>0,05) yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan derajat adhesi antara kelompok metamizol dan kelompok ketorolac sesudah perlakuan. Simpulan : Dari hasil analisis statistik data penelitian efektifitas metamizol lebih baik dibandingkan dengan ketorolac terhadap pencegahan terjadinya adhesi peritoneum pada pemeriksaan USG Abdomen pasca laparotomi atas indikasi peritonitis, Dari uji hipotesis menunjukan perbedaan yang tidak signifikan secara statistik (p=0,146). Kata Kunci : adhesi,metamizol, ketorolac, peritonitis

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    R Medicine > RD Surgery
    Divisions: Fakultas Kedokteran > Spesialis Ilmu Bedah
    Depositing User: Kuni Nur Aini
    Date Deposited: 26 Jul 2018 11:47
    Last Modified: 27 Jul 2018 17:38
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/41667

    Actions (login required)

    View Item