PROFIL MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI KINEMATIKA GERAK LURUS MENGGUNAKAN TES DIAGNOSTIK EMPAT TAHAP DENGAN COMPUTER BASED TEST UNTUK SMA KELAS X DI SURAKARTA

N, NIKEN RIZKY AMALIA (2018) PROFIL MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI KINEMATIKA GERAK LURUS MENGGUNAKAN TES DIAGNOSTIK EMPAT TAHAP DENGAN COMPUTER BASED TEST UNTUK SMA KELAS X DI SURAKARTA. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (619Kb)

    Abstract

    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikankan profil miskonsepsi pada materi Kinematika Gerak Lurus yang dialami oleh siswa SMA kelas X di Surakarta menggunakan tes diagnostik empat tahap dengan computer based test. Data diperoleh melalui tes diagnostik empat tahap secara luring. Tahap pertama yaitu pertanyaan yang berbentuk pilihan ganda dengan dua pilihan. Tahap kedua dan tahap keempat yaitu tahap untuk mengidentifikasi tingkat kepercayaan diri. Tahap ketiga yaitu alasan dari soal tahap pertama. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitiatif. Berdasarkan analisis data dan pembahasan, dapat ditarik kesimpulan bahwa sebanyak 36,6 % siswa SMA kelas X di Surakarta mengalami miskonsepsi dalam materi Kinematika Gerak Lurus. Sedangkan siswa yang sudah paham konsep hanya sebesar 19,4 %. Selain itu, juga terdapat 26,4 % siswa yang kurang paham konsep dan 17,5 % siswa yang masih error dalam mengerjakan tes diagnostik miskonsepsi tersebut. Dari instrumen yang telah diujikan dan wawancara yang telah dilakukan, didapatkan 45 profil miskonsepsi, dengan satu profil termasuk kategori tinggi (78, 6 %, yaitu M18: benda yang massanya lebih besar, waktu jatuh bebasnya lebih cepat), 10 profil termasuk dalam kategori sedang, dan 27 profil termasuk dalam kategori rendah. Profil miskonsepsi yang dianggap berarti adalah profil-profil yang masuk dalam kategori sedang dan tinggi, yaitu: 1). Benda yang waktu kedatangannya lebih akhir memiliki waktu tempuh lebih lama; 2) Benda yang massanya lebih besar, waktu jatuh bebasnya lebih cepat; 3) Jika percepatan benda nol, maka benda diam, sehingga kecepatannya juga nol; 4) Benda yang kecepatan sesaatnya nol tidak mengalami percepatan; 5) Benda yang dilempar ke atas pada titik tertinggi percepatannya nol, karena kecepatannya nol; 6) Benda yang berhenti percepatannya selalu nol; 7) Pada grafik x-t bila kurvanya mendatar maka benda bergerak lurus sesuai dengan nilai x; 8) Pada grafik x-t bila kurvanya miring ke atas atau ke bawah maka benda bergerak diperlambat atau dipercepat; 9) Gradien yang bernilai tetap dari suatu grafik kecepatan selalu menunjukkan bahwa arah gerak benda tetap; 10) Gradien yang bernilai positif dari suatu grafik kecepatan selalu menunjukkan benda dipercepat; dan 11) Bentuk grafik kecepatan terhadap waktu sama dengan bentuk lintasan yang dilalui oleh benda.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > LB Theory and practice of education
    Q Science > QC Physics
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Fisika
    Depositing User: Ratri Dwi Saputri
    Date Deposited: 04 Jun 2018 04:46
    Last Modified: 04 Jun 2018 04:46
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/41317

    Actions (login required)

    View Item