Analisis Stilistika Geguritan Pada Antologi Bledheg Segara Kidul Karya Turiyo Ragil Putro Dan Relevansinya Dalman Pembelajaran Sastra Di SMA

SETIAWAN, FUAD (2018) Analisis Stilistika Geguritan Pada Antologi Bledheg Segara Kidul Karya Turiyo Ragil Putro Dan Relevansinya Dalman Pembelajaran Sastra Di SMA. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (188Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Fuad Setiawan. K4213032. ANALISIS STILISTIKA GEGURITAN PADA ANTOLOGI BLEDHEG SEGARA KIDUL KARYA TURIYO RAGIL PUTRO DAN RELEVANSINYA DALAM PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Mei 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan (1) Diksi pada antologi geguritan Bledheg Segara Kidul karya Turiyo Ragil Putro (2007), (2) Gaya bahasa pada antologi geguritan Bledheg Segara Kidul karya Turiyo Ragil Putro (2007), (3) Citraan/imaji pada antologi geguritan Bledheg Segara Kidul karya Turiyo Ragil Putro (2007), (4) Ciri khas kepengarangan pada antologi geguritan Bledheg Segara Kidul karya Turiyo Ragil Putro (2007), (5) Relevansi antologi geguritan Bledheg Segara Kidul karya Turiyo Ragil Putro (2007) dalam pembelajaran sastra di SMA. Metode penelitiannya adalah deskriptif-kualitatif dengan pendekatan stilistika. Sumber data dokumen dan informan. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Teknik pengumpulan data adalah teknik analisis dokumen dan wawancara. Teknik uji validitas data adalah triangulasi sumber data dan triangulasi teori. Tahap analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini: (1) Temuan penggunaan diksi yang meliputi kata konotatif, kata konkret, kata nama diri atau sapaan, kata serapan, kata vulgar, dan kata dengan objek realitas alam; (2) Temuan penggunaan gaya bahasa yang terdiri dari ragam gaya bahasa dalam bahasa Jawa (paribasan, bebasan, saloka, pepindhan, panyandra), dan gaya bahasa permajasan (majas repetisi anafora, repetisi mesodiplosis, repetisi epizeuksis, erotesis, metonimia, antonomasia, koreksio, fabel, paralelisme, metafora, simile atau persamaan, ironi, pleonasme, sinekdoke (totem pro parte), hiperbol, epitet, alegori, personifikasi, hipalase, klimaks, asonansi, eponim, dan antithesis); (3) Temuan penggunaan citraan/imaji yang meliputi citraan penglihatan, pendengaran, gerakan, perabaan, penciuman, pengecapan, dan intelektual; (4) Ciri khas kepengarangan yaitu, penggunaan yang dominan kata konotatif dengan 118 data, panyandra dengan 69 data, majas metafora dengan 23 data, dan citraan penglihatan dengan 71 data, serta struktur tipografi abstrak dengan margin rata kiri, berisi tentang kehidupan sosial masyarakat, ditemukan pula penggunaan kosa kata Jawa dialek Kebumen. (5) Hasil analisis akan digunakan sebagai referensi dalam pembelajaran sastra mengenai geguritan di SMA. Relevansi dalam pembelajaran sastra mengenai teks geguritan di SMA tersebut, mengacu pada Kurikulum dan Silabus Mata Pelajaran Bahasa Jawa untuk SMA/SMALB/SMK/MA/MAK. Kompetensi Dasar (KD) 3.2. Menelaah teks geguritan, yaitu menelaah serta menceritakan isi dari geguritan. Kata Kunci: Antologi Bledheg Segara Kidul, Diksi, Gaya bahasa, Citraan/imaji, Ciri khas kepengarangan, Pembelajaran sastra di SMA.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    P Language and Literature > PN Literature (General)
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Bahasa Jawa
    Depositing User: Ratri Dwi Saputri
    Date Deposited: 03 Jun 2018 22:48
    Last Modified: 03 Jun 2018 22:48
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/41305

    Actions (login required)

    View Item