ANALISIS PROSES BERPIKIR SISWA DALAM MENGKONSTRUKSI KONSEP MATEMATIKA BERDASARKAN TEORI APOS PADA SISWA DENGAN BERPIKIR PSEUDO

ANGGRAINI, DELLA (2018) ANALISIS PROSES BERPIKIR SISWA DALAM MENGKONSTRUKSI KONSEP MATEMATIKA BERDASARKAN TEORI APOS PADA SISWA DENGAN BERPIKIR PSEUDO. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1033Kb)

    Abstract

    Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses berpikir siswa dalam mengkonstruksi konsep matematika materi persamaan garis lurus pada siswa kelas VIII SMP Negeri 16 Surakarta yang mengalami berpikir pseudo berdasarkan teori APOS. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilaksanakan di SMP Negeri 16 Surakarta pada semester ganjil tahun pelajaran 2017/2018. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria: 1) telah mendapatkan pembelajaran materi persamaan garis lurus, 2) mengalami berpikir pseudo, dan 3) mampu mengkomunikasikan alur pikirnya secara lisan dan tulisan dengan baik sehingga eksplorasi tentang proses berpikir siswa dapat dilakukan secara maksimal. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara think aloud. Data penelitian diperoleh dari hasil lembar tugas persamaan garis lurus, hasil lembar soal konstruksi konsep persamaan garis lurus, dan wawancara siswa. Validitas data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi waktu dan teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian disimpulkan bahwa konstruksi konsep matematika siswa yang mengalami berpikir pseudo pada masing-masing tahap teori APOS menempati tahap aksi, proses, objek, dan skema dengan karakteristik yang berbeda. Pada tahap aksi dan proses, subjek yang mengalami berpikir pseudo mampu melewati dengan baik. Sementara itu, pada tahap objek, kelima subjek mampu melewati tahap objek dengan aktivitas mental yang berbeda, yaitu menggunakan persamaan garis bentuk umum y=mx+c dengan m = gradien, menggunakan rumus f(x)=ax+b, dan menggunakan rumus persamaan garis lurus melalui dua titik yaitu ( y-y_1)/( y_2-y_1 )=( x-x_1)/(x_2-x_1 ). Satu subjek yang mengalami berpikir pseudo salah tidak sampai pada tahap objek (salah dalam menentukan rumus fungsi grafik fungsi (x)). Pada tahap skema, lima subjek yang mengalami berpikir pseudo mampu melewati dengan baik. Sementara itu, satu subjek yang mengalami berpikir pseudo salah tidak mampu menjelaskan dan menyelesaikan soal yang diberikan pada tahap skema dengan tepat. Kata kunci: Berpikir Pseudo, Konstruksi Konsep Matematika, Teori APOS, Persamaan Garis Lurus

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
    Q Science > QA Mathematics
    Divisions: Pascasarjana
    Pascasarjana > Magister
    Pascasarjana > Magister > Pendidikan Matematika - S2
    Depositing User: Ratri Dwi Saputri
    Date Deposited: 03 Jun 2018 21:59
    Last Modified: 03 Jun 2018 21:59
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/41296

    Actions (login required)

    View Item