PENGARUH PUPUK KANDANG DAN DOLOMIT TERHADAP HASIL JAGUNG DAN KADAR NITROGEN TOTAL TANAH

Mutammimah, Ulfa (2018) PENGARUH PUPUK KANDANG DAN DOLOMIT TERHADAP HASIL JAGUNG DAN KADAR NITROGEN TOTAL TANAH. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (60Kb)

    Abstract

    RINGKASAN PENGARUH PUPUK KANDANG DAN DOLOMIT TERHADAP HASIL JAGUNG DAN KADAR NITROGEN TOTAL TANAH. Skripsi : Ulfa Mutammimah (H0714141). Pembimbing : Suntoro, Suryono, dan Hery Widiyanto. Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Jagung merupakan komoditas pertanian yang mendapat perhatian khusus di Indonesia karena menjadi bahan makanan pokok kedua setelah beras.Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (2016) menunjukkan bahwa produksi jagung di Indonesia pada tahun 2015 sebesar 19.612.435 ton, mengalami peningkatan dari tahun 2014 yang menunjukkan produksi jagung di Indonesia 19.008.426 ton. Peningkatan produksi tersebut tidak diikuti oleh seluruh wilayah di Indonesia. Upaya peningkatan produksi jagung di dalam negeri diarahkan pada pemanfaatan lahan marginal yang memiliki tingkat kesuburan yang rendah. Kendala yang umum dijumpai pada marginal adalah rendahnya kadar unsur hara seperti Nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K). Nitrogen merupakan unsur hara utama yang mendukung proses mineralisasi unsur hara yang lain. keberadaan N mineral (N-NH4+ dan N-NO3-) di dalam tanah sebagai hasil proses mineralisasi merupakan faktor penentu bagi ketersediaan N sepanjang masa pertumbuhan tanaman. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Desa Dlepih, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri pada bulan Juni 2017-September 2017 dan Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode RAKL yang disusun secara factorial. Faktor pertama adalah pupuk kandang yang terdiri dari 4 taraf yaitu K0 (dosis pupuk kandang 0 ton/ha), K1 (dosis pupuk kandang 5 ton/ha), K2 (dosis pupuk kandang 10 ton/ha), K3 (dosis pupuk kandang 20 ton/ha). Faktor kedua adalah dolomit yang terdiri dari 4 taraf yaitu D0 (dosis dolomit 0 kg/ha), D1 (dosis dolomit 100 kg/ha), D2 (dosis dolomit 200 kg/ha), D3 (dosis dolomit 300 kg/ha). Pengambilan sampel dilaksanakan dengan metode stratified random sampling pada tiap petak. Benih yang digunakan adalah benih jagung hibrida Pertiwi-3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang dan dolomit mampu meningkatkan hasil dan kadar nitrogen tanah, tetapi tida memunulkan interaksi yang nyata antara keduanya. Hasil jagung tertinggi terdapat pada perlakuan pupuk kandang dosis 20 ton/ha dengan pipilan kering sebesar 9 ton/ha, sedangkan pemberian dolomit 300 kg/ha memberikan hasil pipilan kering sebesar 6,86 ton/ha. Kadar nitrogen total tertinggi terdapat pada perlakuan pupuk kandang dosis 20 ton/ha yaitu sebesar 0,61 %, sedangkan pemberian dlomit pada dosis 100kg/ha menunjukkan kadar nitrogen paling tinggi sebesar 0,62 %.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Fakultas Pertanian
    Fakultas Pertanian > Agroteknologi
    Depositing User: Ratri Dwi Saputri
    Date Deposited: 25 May 2018 20:48
    Last Modified: 25 May 2018 20:48
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/41237

    Actions (login required)

    View Item