ANALISA DURABILITAS ASPAL AC-WC DENGAN PENAMBAHAN KAPUR SEBAGAI FILLER

PERMANA, R. ASEP (2018) ANALISA DURABILITAS ASPAL AC-WC DENGAN PENAMBAHAN KAPUR SEBAGAI FILLER. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (97Kb)

    Abstract

    R. Asep Permana, S941602010, 2016, Analisa Durabilitas Aspal AC-WC dengan Penambahan Kapur sebagai Filler, TESIS. Pembimbing I : Ir Ary Setyawan, M.Sc., Ph.D. Pembimbing II : Dr. Florentina Pungky Pramesti, ST., MT. Program Pascasarjana Jurusan Teknik Sipil Universitas Sebelas Maret, Surakarta. ABSTRAK Perkerasan jalan beton aspal merupakan bagian terbesar prasarana transportasi darat di Indonesia. Pengelolaan dan pemeliharaan jalan beton aspal merupakan bagian penting dalam usaha mempertahankan fungsi jalan. Fungsi jalan setelah beberapa tahun mengalami kerusakan akibat beberapa faktor sehingga umur layan lebih pendek dari yang direncanakan. Adanya pengaruh hujan dan suhu atau panas berdampak pada proses menurunnya daya dukung jalan. Menurunnya daya dukung jalan antara lain terjadinya karena rendaman air dan pemanasan yang menyebabkan kerusakan beton aspal. Kerusakan beton aspal terjadi karena aspal menjadi getas dan kehilangan daya lekatnya. Jenis lapis aus laston (ACWC) merupakan penerima dampak langsung saat masa pelayanan jalan. Pada Penelitian ini digunakan kapur padam sebagai filler karena disamping harganya yang relatif murah, kapur padam merupakan bahan tambang lokal di Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman dan penuaan terhadap karakteristik nilai stabilitas campuran beton aspal dengan filler kapur pada 3 jenis kadar filler kapur yaitu kadar filler 2 %, 3 % dan 4 %. Pengujian laboratorium dilakukan dengan membandingkan karakteristik nilai stabilitas standar beton aspal menggunakan 3 kadar filler kapur (2%, 3%, dan 4%) dengan membandingkan nilai stabilitas setelah perendaman (0,5 jam, 24 jam, 72 jam, dan 120 jam). Perlakuan perendaman dan perlakuan (pemanasan + perendaman) dilakukan pada benda uji tersebut. Variasi perendaman adalah 0,5 jam, 24 jam, 72 jam, dan 120 jam. Sedangkan variasi pemanasan adalah 85 °C selama 2 hari (STOA) dan 85 °C selama 5 hari (LTOA). Nilai stabilitas dari uji Marshall terhadap campuran beton aspal ACWC dengan filler kapur dibandingkan dengan nilai stabilitas benda uji tanpa perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian pengaruh penuaan dan perendaman berpengaruh terhadap durabilitas campuran ACWC dengan filler kapur. Benda uji yang mengalami penuaan menghasilkan nilai kekuatan sisa dibawah batas minimal yang disyaratkan Departemen Pekerjaan Umum 2010 Revisi 3 yaitu 90 %, sedangkan Indeks stabilitas benda uji yang mengalami penuaan menunjukan penurunan kekuatan cukup besar seiring dengan bertambahnya waktu perendaman dibandingkan dengan benda uji normal. Sehingga benda uji yang mengalami penuaan dan perendaman dianggap tidak cukup tahan terhadap kerusakan yang diakibatkan oleh pengaruh air dan suhu. Pada penelitian ini efek perendaman dan efek pemanasan sebagai fungsi dari waktu, efek keduanya hampir sama namun yang direndam terlihat memberi efek sedikit lebih buruk terhadap stabilitas.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    T Technology > TE Highway engineering. Roads and pavements
    Divisions: Pascasarjana
    Pascasarjana > Magister > Teknik Sipil - S2
    Depositing User: Anas Falih Faishal
    Date Deposited: 16 May 2018 18:17
    Last Modified: 16 May 2018 18:17
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/41148

    Actions (login required)

    View Item