KARAKTERISASI OLEORESIN DAUN KAYU MANIS (Cinnamomum burmannii) DUA TAHAP MENGGUNAKAN ALAT EKSTRAKSI KAPASITAS 1 LITER DAN 10 LITER DENGAN PELARUT ETANOL

FATTAHILLAH, QOESUMA (2018) KARAKTERISASI OLEORESIN DAUN KAYU MANIS (Cinnamomum burmannii) DUA TAHAP MENGGUNAKAN ALAT EKSTRAKSI KAPASITAS 1 LITER DAN 10 LITER DENGAN PELARUT ETANOL. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (276Kb)

    Abstract

    Indonesia memiliki jumlah produksi tanaman kayu manis yang banyak salah satunya yang dibudidayakan adalah Cinnamomum burmanii. Pemanfaatan tanaman kayu manis selama ini terbatas kulit batangnya saja. Daun kayu manis memiliki rasa dan aroma khas yang berasal dari kandungan senyawa yang terdapat didalamnya. Sehingga daun kayu manis berpotensi untuk diolah menjadi oleoresin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi etanol (70% dan 95%) dan perlakuan setelah ekstraksi (dengan atau tanpa pendiaman) yang menghasilkan oleoresin daun kayumanis dengan kandungan senyawa aktif dan rendemen yang baik. Mengetahui kondisi ekstraksi meliputi suhu (50oC, 65 oC dan 78 oC) dan waktu (2, 4 dan 6 jam) yang menghasilkan rendemen dan kadar minyak atsiri oleoresin daun kayu manis yang optimal. Serta mengetahui karakteristik oleoresin ampas destilasi dan oleoresin daun kayu manis dua tahap pada kondisi optimal menggunakan alat ekstraksi 1 liter dan 10 liter meliputi rendemen, kadar minyak atsiri, kandungan senyawa aktif dan kadar sisa pelarut. Konsentrasi 95% dan pendiaman setelah ekstraksi menghasilkan oleoresin dengan kandungan linalool lebih banyak. Response Surface Methodology digunakan untuk mengetahui kondisi optimal. Fungsi respon yang didapatkan untuk optimasi kadar minyak atsiri adalah Y= 22,687 - 0,957X1 + 1,043X2 - 5,701X12 + 3,320X22 + 0,493X1X2. Kadar minyak atsiri oleoresin daun kayu manis dua tahap yang optimum yaitu 21,625% yang didapatkan pada suhu 63oC dan waktu ekstraksi 3 jam 40 menit 12 detik. Ekstraksi pada alat kapasitas 10 liter menghasilkan rendemen yang lebih tinggi dan kadar sisa pelarut yang lebih sedikit dibanding alat kapasitas 1 liter. Kandungan terbesar pada oleoresin ampas yang didapatkan adalah benzyl benzoate dan pada oleoresin dua tahap adalah linalool.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    S Agriculture > SB Plant culture
    Divisions: Fakultas Pertanian
    Fakultas Pertanian > Ilmu dan Teknologi Pangan
    Depositing User: Anas Falih Faishal
    Date Deposited: 16 May 2018 18:12
    Last Modified: 16 May 2018 18:12
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/41147

    Actions (login required)

    View Item