Keefektifan Program Sekolah Lapang Iklim (SLI) Tahap ke-3 Melalui Model Evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product) di Provinsi Jawa Tengah

HABIBATULLAH, ATIKAH (2018) Keefektifan Program Sekolah Lapang Iklim (SLI) Tahap ke-3 Melalui Model Evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product) di Provinsi Jawa Tengah. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (417Kb)

    Abstract

    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan program Sekolah Lapang Iklim (SLI) tahap ke-3 dilihat dari aspek context (konteks), input (masukan), process (proses), product (produk), mengetahui keefektifan program Sekolah lapang Iklim (SLI) tahap ke-3, dan mengetahui kelebihan dan kekurangan dari pelaksanaan Sekolah Lapang Iklim (SLI) tahap ke-3. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive di tiga lokasi pelaksanaan SLI tahap ke-3 yaitu Desa Soropadan Kecamatan Pringsurat Kabupaten Temanggung, Desa Wonosari Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar, dan Desa Bedokaton Kecamatan Tayu Kabupaten Pati. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik sensus, yaitu semua peserta petani SLI tahap ke-3 merupakan sampel yang berjumlah 25 petani di setiap lokasi, dengan jumlah total 75 petani. Analisis data mengggunakan model evaluasi CIPP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Penerapan program Sekolah Lapang Iklim Tahap ke-3 dilihat dari aspek konteks capaian keberhasilannya adalah sangat efektif dengan nilai presentase di lokasi I Desa Soropadan 95% dan lokasi II Desa Wonosari Karanganyar 82%, sementara lokasi III Desa Bedokaton 80%, 2) Penerapan program Sekolah Lapang Iklim Tahap ke-3 dilihat dari aspek input capaian keberhasilannya adalah sangat efektif dengan nilai presentase di lokasi I Desa Soropadan 93%, lokasi II Desa Wonosari Karanganyar 90% dan lokasi III Desa Bendokaton Pati 83%, 3) Penerapan program Sekolah Lapang Iklim Tahap ke-3 dilihat dari aspek proses capaian keberhasilannya adalah sangat efektif dengan nilai presentase di lokasi I Desa Soropadan 95%, lokasi II Desa Wonosari Karanganyar 92% dan lokasi III Desa Bendokaton Pati 87%, dan 4) Penerapan program Sekolah Lapang Iklim Tahap ke-3 dilihat dari aspek produk capaian keberhasilannya adalah sangat efektif dengan nilai presentase di lokasi I Desa Soropadan 100% dan lokasi II Desa Wonosari Karanganyar 89%. Sementara pencapaian keberhasilan pada lokasi III Desa Bendokaton Pati adalah cukup efektif dengan nilai presentase 56%. Kelebihan Program Sekolah Lapang Iklim Tahap ke-3, sebagai sarana persebaran informasi kepada sasaran khususnya petani, meningkatkan pengetahuan petani terkait informasi iklim dalam berusahatani untuk mengantisipasi adanya kegagalan, memberikan kesempatan dan hak yang sama bagi para peserta untuk menyampaikan pendapat dan berdiskusi. Kekurangan Program Sekolah Lapang Iklim Tahap ke-3 petani merasakan kurangnya jangka waktu untuk pelaksanaan Sekolah Lapang Iklim dan kurangnya pendampingan pasca program.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Fakultas Pertanian
    Fakultas Pertanian > Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    Depositing User: Anas Falih Faishal
    Date Deposited: 16 May 2018 11:32
    Last Modified: 16 May 2018 11:32
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/41129

    Actions (login required)

    View Item