Perbedaan Pengaruh Efek Sedasi Pemberian Peroral Air Rebusan Daun Johar (Cassia siamea, Lamk.) pada Menci (Mus musculus) yang Dipotensiasi Fenobarbotal

HUDOYO, ARUJI (2018) Perbedaan Pengaruh Efek Sedasi Pemberian Peroral Air Rebusan Daun Johar (Cassia siamea, Lamk.) pada Menci (Mus musculus) yang Dipotensiasi Fenobarbotal. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (302Kb)

    Abstract

    Daun Johar (Cassia siamea, Lamk.) yang secara empiris tradisional digunakan oleh masyarakat untuk mengobati penyakit Malaria, hepatitis, dan osteoartritis, ternyata menyebabkan dampak keluhan rasa mengantuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan terhadap efek sedasi pemberian peroral air rebusan daun johar pada mencit yang dipotensiasi Fenobarbital. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorium dengan rancangan penelitian post test only controlled groups design. Hewan uji yang digunakan adalah mencit (Mus muculus) jantan, galur Swiss webster, umur 2-3 bulan dengan berat badan kurang lebih 20 gram, sebanyak 25 ekor. Hewan uji dibagi 5 kelompok, yaitu kelompok K1 adalah kelompok kontrol negatif, dimana mencit diberi aquades 0,5 ml/20 gBB mencit peroral, kelompok K2 adalah kelompok uji dosis 1 yang diberi air rebusan daun johar dosis 1 mg/20 gBB mencit (0,5 ml), kelompok K3 adalah kelompok uji dosis 2 yang diberi air rebusan daun johar dosis 2 mg/20 gBB mencit (0,5 ml), kelompok K4 adalah kelompok uji dosis 3 yang diberi air rebusan daun johar dosis 4 mg/20 gBB mencit (0,5 ml), dan kelompok K5 adalah kelompok kontrol positif yang diberi Diazepam dosis 0,0052 mg/20 gBB mencit (0,5 ml). Setelah 30 menit masing-masing mencit diberi injeksi Fenobarbital dosis 0,26 mg/20 gBB mencit (0,5 ml) secara intra peritoneal. Efek sedatif ditentukan dengan menghitung lama tidur mencit setelah pemberian Fenobarbital. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji one-way Anova dengan derajaat kemaknaan α=0,05 yang kemudian dilanjutkan dengan menggunakan uji Least Significant Difference (LSD). Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh hasil terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok K1 dan K2, K1 dan K3, K1 dan K4, K1 dan K5, K2 dan K5, K3 dan K5, serta K4 dan K5. Sedangkan antara kelompok K2 dan K3, K2 dan K4, serta K3 dan K4 terdapat perbedaan yang tidak bermakna. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian air rebusan daun johar peroral dosis 1 mg/20 gBB mencit (0,5 ml), 2 mg/20 gBB mencit (0,5 ml), dan 4 mg/20 gBB mencit (0,5 ml) dapat memberikan efek sedatif pada mencit yang dipotensiasi Fenobarbital, tetapi efek yang ditimbulkan tidak sekuat efek sedatif Diazepam sebagai obat standar, dan dengan peningkatan dosis rebusan daun johar belum menunjukan adanya peningkatan efek.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    R Medicine > RV Botanic, Thomsonian, and eclectic medicine
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Fakultas Kedokteran > Pendidikan Kedokteran
    Depositing User: Anas Falih Faishal
    Date Deposited: 16 May 2018 00:17
    Last Modified: 16 May 2018 00:17
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/41117

    Actions (login required)

    View Item